1 (edited by AdeldiaN 23-05-2008 16:20:51)

Topic: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

Hehehe...... aku lagi coba-coba
aku menggunakan Virtual PC 2007 (soalnya aku pakai windows)
jadi komputer yang aku pake P4 2,4G (478 lama),512M dan ada lancardnya install apache (pakai WAMP) lalu file ukuran 13M dan 14M sebagai testing.

model jaringan spt ini:
komputerku(192.168.5.182) just case
+
+--- (192.168.5.181 ether1) mikrotik (192.168.10.15 - ether2)  virtual pc
                                                + --- client1(192.168.10.213) virtual pc
                                                + --- client2(192.168.10.160) virtual pc

setelah dikonfigurasi
ipnya sesuai dengan diatas, sekarang kita set di mikrotiknya
asumsi:
bandwith yang ada : - up stream 50kbps - down stream 128kbps
keinginan : agar bandwith merata, jika satu download dia bisa kenceng, begitu yang lain ada yang download juga, kecepatan di bagi sama rata.
kita juga nggak ingin jika kalo ada yang main game dia jadi lag.

perkiraan: (soalnya aku juga nggak begitu faham-faham sekali)
jika main game ol lag, ada kemungkinan paket terlambat,pipe untuk koneksinya sudah habis dimakan downloader, apa lagi pakai IDM, mampus jaringannya kalo 1 file threadnya 16.

solusi:(ini menurut saya, tentunya perkiraan yang lain akan menimbulkan perbedaan pula)
- untuk port http kita berikan bw 80% dari yang ada (ini untuk membatasi downloader agar tidak menghabiskan jatah bw yang ada)
- port untuk game online dan icmp bw 100% (knp? jika game onlinenya cuman sedikit dia tidak akan mengganggu para download, karena game online membutuhkan response time yang kecil dan continue(real time))
- untuk port yang tidak dikenal bisa dikasih 50% bw (krn kita tidak tahu apakah ini dipakai virus atau yang lain misal torent)

kita setting mikrotik, sebagai uji coba saya hanya menggunakan port 80(web http) dan icmp

asumsi anda sudah mensetting ip spt diatas.
local networknya ada di 192.168.10.0/24

ok kita mulai.
pertama setting routing gateway:
gampangnya kita pilih komputer web server/ip lain yang satu subnet dengan 192.168.5.0/24, contoh 192.168.5.15

/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.5.15

lalu kita setting nat -nya:

/ ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=ether1 src-address=192.168.10.0/24 \
action=masquerade comment="" disabled=no

lalu ini bagian terpenting, memberi tanda pada setiap koneksi:

/ ip firewall mangle
add chain=prerouting protocol=icmp action=mark-connection \
    new-connection-mark=icmp passthrough=yes comment="" disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=icmp action=mark-packet \
    new-packet-mark=icm_pkt passthrough=no comment="" disabled=no
add chain=prerouting protocol=tcp dst-port=80 action=mark-connection \
    new-connection-mark=http_conn passthrough=yes comment="" disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=http_conn action=mark-packet \
    new-packet-mark=htpp_pkt passthrough=no comment="" disabled=no

disini ada dua port yang dipakai, port http(tcp) 80 yang lazim dipakai untuk web. dan ICMP untuk mengecek response time (yang biasa pakai "ping")

sekarang setelah marking nya sudah, kita bikin queue.
kita coba pakai PCQ ya

add name="Up" kind=pcq pcq-rate=0 pcq-limit=50 pcq-classifier=src-address \
    pcq-total-limit=2000
add name="Down" kind=pcq pcq-rate=0 pcq-limit=50 pcq-classifier=dst-address \
    pcq-total-limit=2000

jika PCQ diisi misal 8000, maka PCQ akan membatasi hanya 8kbps. jika diisi 0, maka PCQ akan menyesuaikan dengan bw yang ada.

setelah kita memiliki marking: "http_pkt","http_conn","icmp","icmp_pkt", serta 2 buah jenis queue yaitu "Up" dan "Down", kita membuat simple queue-nya.

add name="Main" target-addresses=192.168.10.0/24 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=none direction=both priority=8 \
    queue=default-small/default-small limit-at=0/0 \
    max-limit=50000/128000 disabled=no
add name="icmp_Mark" dst-address=0.0.0.0/0 interface=all 
    parent=Main packet-marks=icm_pkt direction=both priority=8 \
    queue=default-small/default-small limit-at=0/0 \
    max-limit=0/0 disabled=no
add name="http" dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=Main \
    packet-marks=htpp_pkt direction=both priority=8 queue=Up/Down \
    max-limit=40000/102400 disabled=no

maksudnya disini:
1. kita membuat rule bahwa badwith tertinggi adalah 50kb/128kb dengan nama "Main" dengan target yang dilimit adalah ip 192.168.10.0/24.
2. kita membuat untuk icmpnya. kita buat unlimite, atau kita tidak usah menambahkan ini juga tidka apa2, ini hanya contoh jika untuk diaplikasikan ke yang lain.
3. kita membuat rule untuk http yaitu 40k max untuk upload dan 102,4k untuk download.

hasilnya:
http://i283.photobucket.com/albums/kk306/adeldian/mikrotik2.jpg
atau http://i283.photobucket.com/albums/kk30 … rotik2.jpg

bisa dilihat, ping timenya tidak sampai 50ms,andai kita tidak mensepeifikan port 80, atau kita hanya implementasikan PCQ untuk semua bandwith, hasilnya spt brkt:

http://i283.photobucket.com/albums/kk306/adeldian/mikrotik3.jpg
atau http://i283.photobucket.com/albums/kk30 … rotik3.jpg

NB: jika kita gunakan untuk game online, kita harus tahu port apa yang digunakan, dan proritaskan lebih tinggi dari pada yang lain, misal 3.

semoga membantu
terima kasih

http://icare.jagoanhosting.com/banners/footer-jagoan-hosting-indonesia.gif << web hosting surabaya, mo bikin web murah n kalo ada apa-apa bisa langsung disamperin big_smile
Guling-guling ... http://www.mysmiley.net/imgs/smile/happy/happy0071.gif hihihihi jadi pusing

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

masukin wiki aja plis ....
smile

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

ok sudah tambahin di http://opensource.telkomspeedy.com/wiki … na_virtual

terima kasih

http://icare.jagoanhosting.com/banners/footer-jagoan-hosting-indonesia.gif << web hosting surabaya, mo bikin web murah n kalo ada apa-apa bisa langsung disamperin big_smile
Guling-guling ... http://www.mysmiley.net/imgs/smile/happy/happy0071.gif hihihihi jadi pusing

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

terima kasih banyak ya smile) ..
gw kasi link juga dari sekitar Mikrotik ya wink) ..

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

AdeldiaN wrote:

Hehehe...... aku lagi coba-coba
aku menggunakan Virtual PC 2007 (soalnya aku pakai windows)
jadi komputer yang aku pake P4 2,4G (478 lama),512M dan ada lancardnya install apache (pakai WAMP) lalu file ukuran 13M dan 14M sebagai testing.

model jaringan spt ini:
komputerku(192.168.5.182) just case
+
+--- (192.168.5.181 ether1) mikrotik (192.168.10.15 - ether2)  virtual pc
                                                + --- client1(192.168.10.213) virtual pc
                                                + --- client2(192.168.10.160) virtual pc

setelah dikonfigurasi
ipnya sesuai dengan diatas, sekarang kita set di mikrotiknya
asumsi:
bandwith yang ada : - up stream 50kbps - down stream 128kbps
keinginan : agar bandwith merata, jika satu download dia bisa kenceng, begitu yang lain ada yang download juga, kecepatan di bagi sama rata.
kita juga nggak ingin jika kalo ada yang main game dia jadi lag.

perkiraan: (soalnya aku juga nggak begitu faham-faham sekali)
jika main game ol lag, ada kemungkinan paket terlambat,pipe untuk koneksinya sudah habis dimakan downloader, apa lagi pakai IDM, mampus jaringannya kalo 1 file threadnya 16.

solusi:(ini menurut saya, tentunya perkiraan yang lain akan menimbulkan perbedaan pula)
- untuk port http kita berikan bw 80% dari yang ada (ini untuk membatasi downloader agar tidak menghabiskan jatah bw yang ada)
- port untuk game online dan icmp bw 100% (knp? jika game onlinenya cuman sedikit dia tidak akan mengganggu para download, karena game online membutuhkan response time yang kecil dan continue(real time))
- untuk port yang tidak dikenal bisa dikasih 50% bw (krn kita tidak tahu apakah ini dipakai virus atau yang lain misal torent)

kita setting mikrotik, sebagai uji coba saya hanya menggunakan port 80(web http) dan icmp

asumsi anda sudah mensetting ip spt diatas.
local networknya ada di 192.168.10.0/24

ok kita mulai.
pertama setting routing gateway:
gampangnya kita pilih komputer web server/ip lain yang satu subnet dengan 192.168.5.0/24, contoh 192.168.5.15

/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.5.15

lalu kita setting nat -nya:

/ ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=ether1 src-address=192.168.10.0/24 \
action=masquerade comment="" disabled=no

lalu ini bagian terpenting, memberi tanda pada setiap koneksi:

/ ip firewall mangle
add chain=prerouting protocol=icmp action=mark-connection \
    new-connection-mark=icmp passthrough=yes comment="" disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=icmp action=mark-packet \
    new-packet-mark=icm_pkt passthrough=no comment="" disabled=no
add chain=prerouting protocol=tcp dst-port=80 action=mark-connection \
    new-connection-mark=http_conn passthrough=yes comment="" disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=http_conn action=mark-packet \
    new-packet-mark=htpp_pkt passthrough=no comment="" disabled=no

disini ada dua port yang dipakai, port http(tcp) 80 yang lazim dipakai untuk web. dan ICMP untuk mengecek response time (yang biasa pakai "ping")

sekarang setelah marking nya sudah, kita bikin queue.
kita coba pakai PCQ ya

add name="Up" kind=pcq pcq-rate=0 pcq-limit=50 pcq-classifier=src-address \
    pcq-total-limit=2000
add name="Down" kind=pcq pcq-rate=0 pcq-limit=50 pcq-classifier=dst-address \
    pcq-total-limit=2000

jika PCQ diisi misal 8000, maka PCQ akan membatasi hanya 8kbps. jika diisi 0, maka PCQ akan menyesuaikan dengan bw yang ada.

setelah kita memiliki marking: "http_pkt","http_conn","icmp","icmp_pkt", serta 2 buah jenis queue yaitu "Up" dan "Down", kita membuat simple queue-nya.

add name="Main" target-addresses=192.168.10.0/24 dst-address=0.0.0.0/0 \
    interface=all parent=none direction=both priority=8 \
    queue=default-small/default-small limit-at=0/0 \
    max-limit=50000/128000 disabled=no
add name="icmp_Mark" dst-address=0.0.0.0/0 interface=all 
    parent=Main packet-marks=icm_pkt direction=both priority=8 \
    queue=default-small/default-small limit-at=0/0 \
    max-limit=0/0 disabled=no
add name="http" dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=Main \
    packet-marks=htpp_pkt direction=both priority=8 queue=Up/Down \
    max-limit=40000/102400 disabled=no

maksudnya disini:
1. kita membuat rule bahwa badwith tertinggi adalah 50kb/128kb dengan nama "Main" dengan target yang dilimit adalah ip 192.168.10.0/24.
2. kita membuat untuk icmpnya. kita buat unlimite, atau kita tidak usah menambahkan ini juga tidka apa2, ini hanya contoh jika untuk diaplikasikan ke yang lain.
3. kita membuat rule untuk http yaitu 40k max untuk upload dan 102,4k untuk download.

hasilnya:
http://i283.photobucket.com/albums/kk30 … rotik2.jpg
atau http://i283.photobucket.com/albums/kk30 … rotik2.jpg

bisa dilihat, ping timenya tidak sampai 50ms,andai kita tidak mensepeifikan port 80, atau kita hanya implementasikan PCQ untuk semua bandwith, hasilnya spt brkt:

http://i283.photobucket.com/albums/kk30 … rotik3.jpg
atau http://i283.photobucket.com/albums/kk30 … rotik3.jpg

NB: jika kita gunakan untuk game online, kita harus tahu port apa yang digunakan, dan proritaskan lebih tinggi dari pada yang lain, misal 3.

semoga membantu
terima kasih

bung itu kan klo badnwith diasumsikan 128/50, klo semisal banwithnya fluktuatif gimana  (pake speedy, sayang klo pas bandwithnya lg tinggi ) setnya soal kan jadi g tau bener berapa 80%nya?, trus klo pas usernya satu downloadnya jadi g 100% ya (semisal dipake sendri). tolong dibantu donk

skema jaringanku gini, :
           192.168.0.1                   192.168.1.1             192.168.1.0
speedy-modem---------mikrotik----------------HUB---------------LAN
selama ini aku cuma pake pcq dengan limit = 0 untuk bagi bandwithnya tanpa ada prioritas, jd rasane klo pas ada download masi terasa g adil

maunya se dengan bandwith yang fluktuati tu dibagi rata, trus tetep ada prioritas http, chat. klo download sisanya aja tp ada pengecualian klo yang make op tertentu misal 192.168.1.2 download bisa full. hehe aga mbulet ya , bis gimana namanya jg pengen tau. tolongin dunk, atur nuwon

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

@warnet_malang
asumsi saya itu disini adalah:
1. jika bandwith penuh otomatis kalo kita pake priosritaspun tetap saja ping time (misal contoh pakai port icmp) akan akan besar delaynya. karena tidak ada sisi bandwith yang bisa dipakai untuk memperoleh jalur.<=just my opinion.
2. memang saya pakai 128, karena speedy 384, otomatis yang bisa dipakai sebenarnya tidak sampai segitu kan. jadi misal 384, tapi realisasinya 300, kita setting saja 250.

Test:
saya sudah mencoba dengan memakai priority ICMP saya prioritaskan 3 sedangkan http prioritasnya 8 dan hanya pakai PCQ dengan bandwith yang sama dengan dengan sumber yaitu 128kb, memang pingtime bisa ditekan, cuman jika hasilnya pingtimenya fluktuatif, yang paling banyak > 30ms. dan tertinggi bisa 170ms. otomatis jika dipakai untuk game online akan ada lag knp demikian(karena saya mengunakan web local sebagai contoh dengan ping tanpa bandwith limit 1-3ms), andaikan kita pakai jalur speedy misal rata-rata ping time 80ms + dari hasil tadi maka tertinggi bisa 250ms. <= well ini setidaknya lebih baik daripada kalau tanpa manj bandwith yang bisa sampai ribuan ms jika kita pakai full download. jika kita pakai cara 80%, maka ping time bisa dilihat di gambar, ping time <30ms artinya jika ada orang download dan ada yang main game, orang main game masih bisa nyaman karena lagnya tidak terlalu.

Conculsion:
- tanpa bandwith manajemen, yang paling banyak mendapatkan koneksi adalah yang paling banyak melakukan koneksi.<= just my opinion
- dengan bandwith manj. tapi tanpa priositas, lebih baik.
- dengan bandwith manj. dengan priosritas, kualitas prioritas lebih linggi dari pada yang rendah.
- dengan bandwith manj. dengan prioritas dan hanya menggunakan 80% dari total untuk downloader hasilnya sangat bagus.

kalau untuk ip tertentu yang bisa download full, lah itu artinya tidak adil kan big_smile, kalau disetting static, pakai winbox masukkan saja di bagian 192.168.10.0/24 <== ini diganti dengan satu-satu ipnya. dan hilangkan ip sampean.(untuk menambah di winbox click tnd panah kebawah, maka 1 field akan muncul).atau bikin queue lagi taruh dibawah persis induk dari semua(contoh diatas taruh dibawah Main), pakai parennya Main.dan kasih unlimited.

*aku cuman coba-coba, maaf kalo di tempat anda terjadi perbedaan, soalnya saya pakai local jadi koneksi memang bener-bener spt limitannya.

semoga membantu
terima kasih

http://icare.jagoanhosting.com/banners/footer-jagoan-hosting-indonesia.gif << web hosting surabaya, mo bikin web murah n kalo ada apa-apa bisa langsung disamperin big_smile
Guling-guling ... http://www.mysmiley.net/imgs/smile/happy/happy0071.gif hihihihi jadi pusing

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

@ bung adel

*aku cuman coba-coba, maaf kalo di tempat anda terjadi perbedaan, soalnya saya pakai local jadi koneksi memang bener-bener spt limitannya.

its OK bung adel - Alhamdulillah, itu tutorial bung adel juga udah luar biasa kok smile - sisanya adalah memang kita semua harus rajin ngoprek juga wink

cheers !!!

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

AdeldiaN wrote:

@warnet_malang
asumsi saya itu disini adalah:
1. jika bandwith penuh otomatis kalo kita pake priosritaspun tetap saja ping time (misal contoh pakai port icmp) akan akan besar delaynya. karena tidak ada sisi bandwith yang bisa dipakai untuk memperoleh jalur.<=just my opinion.
2. memang saya pakai 128, karena speedy 384, otomatis yang bisa dipakai sebenarnya tidak sampai segitu kan. jadi misal 384, tapi realisasinya 300, kita setting saja 250.

Test:
saya sudah mencoba dengan memakai priority ICMP saya prioritaskan 3 sedangkan http prioritasnya 8 dan hanya pakai PCQ dengan bandwith yang sama dengan dengan sumber yaitu 128kb, memang pingtime bisa ditekan, cuman jika hasilnya pingtimenya fluktuatif, yang paling banyak > 30ms. dan tertinggi bisa 170ms. otomatis jika dipakai untuk game online akan ada lag knp demikian(karena saya mengunakan web local sebagai contoh dengan ping tanpa bandwith limit 1-3ms), andaikan kita pakai jalur speedy misal rata-rata ping time 80ms + dari hasil tadi maka tertinggi bisa 250ms. <= well ini setidaknya lebih baik daripada kalau tanpa manj bandwith yang bisa sampai ribuan ms jika kita pakai full download. jika kita pakai cara 80%, maka ping time bisa dilihat di gambar, ping time <30ms artinya jika ada orang download dan ada yang main game, orang main game masih bisa nyaman karena lagnya tidak terlalu.

Conculsion:
- tanpa bandwith manajemen, yang paling banyak mendapatkan koneksi adalah yang paling banyak melakukan koneksi.<= just my opinion
- dengan bandwith manj. tapi tanpa priositas, lebih baik.
- dengan bandwith manj. dengan priosritas, kualitas prioritas lebih linggi dari pada yang rendah.
- dengan bandwith manj. dengan prioritas dan hanya menggunakan 80% dari total untuk downloader hasilnya sangat bagus.

kalau untuk ip tertentu yang bisa download full, lah itu artinya tidak adil kan big_smile, kalau disetting static, pakai winbox masukkan saja di bagian 192.168.10.0/24 <== ini diganti dengan satu-satu ipnya. dan hilangkan ip sampean.(untuk menambah di winbox click tnd panah kebawah, maka 1 field akan muncul).atau bikin queue lagi taruh dibawah persis induk dari semua(contoh diatas taruh dibawah Main), pakai parennya Main.dan kasih unlimited.

*aku cuman coba-coba, maaf kalo di tempat anda terjadi perbedaan, soalnya saya pakai local jadi koneksi memang bener-bener spt limitannya.

semoga membantu
terima kasih

makasih banyak infonya mas, ntar malem dicoba nunggu warnet sepi hehe, da ndak sabar ne

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

warnet89_malang wrote:
AdeldiaN wrote:

@warnet_malang
asumsi saya itu disini adalah:
1. jika bandwith penuh otomatis kalo kita pake priosritaspun tetap saja ping time (misal contoh pakai port icmp) akan akan besar delaynya. karena tidak ada sisi bandwith yang bisa dipakai untuk memperoleh jalur.<=just my opinion.
2. memang saya pakai 128, karena speedy 384, otomatis yang bisa dipakai sebenarnya tidak sampai segitu kan. jadi misal 384, tapi realisasinya 300, kita setting saja 250.

Test:
saya sudah mencoba dengan memakai priority ICMP saya prioritaskan 3 sedangkan http prioritasnya 8 dan hanya pakai PCQ dengan bandwith yang sama dengan dengan sumber yaitu 128kb, memang pingtime bisa ditekan, cuman jika hasilnya pingtimenya fluktuatif, yang paling banyak > 30ms. dan tertinggi bisa 170ms. otomatis jika dipakai untuk game online akan ada lag knp demikian(karena saya mengunakan web local sebagai contoh dengan ping tanpa bandwith limit 1-3ms), andaikan kita pakai jalur speedy misal rata-rata ping time 80ms + dari hasil tadi maka tertinggi bisa 250ms. <= well ini setidaknya lebih baik daripada kalau tanpa manj bandwith yang bisa sampai ribuan ms jika kita pakai full download. jika kita pakai cara 80%, maka ping time bisa dilihat di gambar, ping time <30ms artinya jika ada orang download dan ada yang main game, orang main game masih bisa nyaman karena lagnya tidak terlalu.

Conculsion:
- tanpa bandwith manajemen, yang paling banyak mendapatkan koneksi adalah yang paling banyak melakukan koneksi.<= just my opinion
- dengan bandwith manj. tapi tanpa priositas, lebih baik.
- dengan bandwith manj. dengan priosritas, kualitas prioritas lebih linggi dari pada yang rendah.
- dengan bandwith manj. dengan prioritas dan hanya menggunakan 80% dari total untuk downloader hasilnya sangat bagus.

kalau untuk ip tertentu yang bisa download full, lah itu artinya tidak adil kan big_smile, kalau disetting static, pakai winbox masukkan saja di bagian 192.168.10.0/24 <== ini diganti dengan satu-satu ipnya. dan hilangkan ip sampean.(untuk menambah di winbox click tnd panah kebawah, maka 1 field akan muncul).atau bikin queue lagi taruh dibawah persis induk dari semua(contoh diatas taruh dibawah Main), pakai parennya Main.dan kasih unlimited.

*aku cuman coba-coba, maaf kalo di tempat anda terjadi perbedaan, soalnya saya pakai local jadi koneksi memang bener-bener spt limitannya.

semoga membantu
terima kasih

makasih banyak infonya mas, ntar malem dicoba nunggu warnet sepi hehe, da ndak sabar ne

sebelume trima kasih bang ma tutornya, cuman saya aga kesulitan mas, maklum masi pemula, masi banyak maksud2 perintah yg g ngerti, bisa g mas minta tolong lagi dari awal step by step.  klo sy amati tutor diatas sepintas mirip dengan yg saya pengin terapin cuman blm tau caranya (uda pena sy post si cuman g ada yg reply, dibilang kecanggihan, hiks2). kasaranya gini lho mas, saya tu pengin gabungin traffic shaper dan PCQ, klo selama ini kan saya cuma pake PCQ limit=0 (queue tree, dari baca di mikotik.com) tok, yang saya takutin meski bandwith sudah dibagi adil ke tiap2 client, semisal :        pas dapet bw - 300kbps/37.5KB ada client 10 maka masing2 client kan dapat 30Kbps/3.75KB karena PCQ kan katanya dibagi sesuai koneksi aktif, nah jatah 30Kbps/3.75KB itu sendiri kan masih terbagi di tiap client tsb pas si client misalnya saat bersamaan browsing, chatting, download ? CMIIW. dari situ kupikir bagi user kebanyakan tolak ukur cepet gnya koneksi internet itu ketika dia sedang browsing, makanya aku pengen siasatin berapapun jatah bandwith yg didapat masng2 user yang diutamain itu http n chatnya aja, klo download uploadnya sisa dari itu.   terserah caranya pake quee tree atu simple tree... 22nya juga bole buat perbandingan...

tolong dong senior jgn kesusu di bilang kecanggihen dulu, kepada siapa saya harus mengadu cobaa..., da sumpek bgt ne dari seminggu yg lalu muter2 dst...

dibantu ya, kepada senior2 yang bs bantu saya n berhasil saya terapin saya sogok deh, pas ke malang call saya nanti saya TRAKTIR MAKAN BURGER BUTHO (pada belom tau kan??).


NB : ditempatku g pake game2an

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

kalau menurut Mikrotik atau http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/root/queue.php

/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/24\
   action=mark-connection new-connection-mark=users-con
/ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet \
   new-packet-mark=users chain=forward

/queue type add name=pcq-download kind=pcq \
pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=pcq-upload kind=pcq \
pcq-classifier=src-address

Note! If your ISP cannot guarantee you a fixed amount of traffic, you can use just one queue for upload and one for download, attached directly to the interface:

/queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users
/queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users

kalau contoh diatas, kita hanya memberikan 80% untuk mengruangi delay yang terjadi ketika peak.

belum coba.

untuk tukang download kita harus pakai script. coba buka file di http://opensource.telkomspeedy.com/wiki
di bagian mikrotik kan ada dari forum sebelah untuk mengrangi jatah bagi downloader.

terima kasih

http://icare.jagoanhosting.com/banners/footer-jagoan-hosting-indonesia.gif << web hosting surabaya, mo bikin web murah n kalo ada apa-apa bisa langsung disamperin big_smile
Guling-guling ... http://www.mysmiley.net/imgs/smile/happy/happy0071.gif hihihihi jadi pusing

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

Om Adel... minta dong tutorial install miktorik via virtual pc 2007 nya..
aku pernah nyoba dan ng berhasil sharing ke client nya. Virtualnya install di kompi billing...
Please ya...kalau bisa ke email ku yahur75@yahoo.co.id

regard,
yanur

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

Kok posting ini sepi2 aja nich....
Om Adel, bagusan mana kalau install pakai VIrtual ama yang PC sendiri ?

Re: Testing Trafik Shaping using mikrotik on virtual PC

matur nuwun om ilmunya,,,,,
sangat berguna