1 (edited by JackaThello 25-10-2008 06:05:37)

Topic: SNR_Margin dan Line Attenuation

Tabel 1: Klasifikasi SNR_Margin (Signal-to-Noise Margin)
-------------------------------- Makin TINGGI makin BAIK
--------------------------------------------------------
29,0 dB ~ ke atas = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 28,9 dB = Excellent (bagus) • Koneksi stabil.
11,0 dB ~ 19,9 dB = Good (baik) • Sinkronisasi sinyal ADSL dapat berlangsung lancar.
07,0 dB ~ 10,9 dB = Fair (cukup) • Rentan terhadap variasi perubahan kondisi pada jaringan.
00,0 dB ~ 06,9 dB = Bad (buruk) • Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²).
--------------------------------------------------------

Tabel 2: Klasifikasi Line Attenuation (Redaman pada Jalur)
---------------------------------- Makin RENDAH makin BAIK
----------------------------------------------------------
00,0 dB ~ 19,99 dB = Outstanding  (bagus sekali)
20,0 dB ~ 29,99 dB = Excellent (bagus)
30,0 dB ~ 39,99 dB = Very good (baik)
40,0 dB ~ 49,99 dB = Good (cukup)
50,0 dB ~ 59,99 dB = Poor (buruk) • Kemungkinan akan timbul masalah koneksi (tidak lancar, dsb).
60,0 dB ~ ke atas  = Bad (amburadul) • Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb).
----------------------------------------------------------

Referensi:
Disarikan dari berbagai sumber
AT&T|Alcatel|Cisco|ComCast|Verizon|BellSympatico|Whirpool|DSLReports|WebArchive|Wikipedia|dlsb

WARNING + Marning
! Lewati posting ini kalau tidak betah membaca !
* Isinya ditujukan hanya bagi yg belum tahu dan ingin tahu * wink
! You have been warned ! tongue


A. PENGANTAR SINGKAT
A1. Apa tujuan posting ini?
• Bagi yg merasa ada masalah dgn performa koneksi broadband-nya dan telah posting message namun belum sempat mendapatkan respon, anda dapat mencoba melakukan analisa pendahuluan sendiri dgn memanfaatkan ke dua tabel di atas sembari menunggu masukan dari member lainnya.
Keduanya berisi klasifikasi generik atas dua parameter penting yg sering dipergunakan profesional komunikasi data untuk memeriksa kondisi umum jaringan sebelum menentukan langkah penelusuran lebih lanjut.
• Posisi posting ke dua tabel di taruh di bagian awal dgn maksud supaya mudah di lihat sekaligus kalau suatu hari diperlukan, sedangkan keterangan singkat dan contoh sederhana disertakan pada bagian setelah ini.

A2. Di mana nilai SNR_Margin (SNRM) dan Line Attenuation (LA) dapat diperoleh?
Jika mode pemakaian modem menggunakan PPPoE/PPPoA (alias Routing Mode, atau tidak di-Bridge), nilai SNRM dan LA dapat diketahui melalui halaman manajemen (web management interface) modem/router ADSL masing².
Biasanya pada bagian yg berkaitan dgn "Statistic", "Diagnostic", "Connection Log", "DSL Status", dan semacamnya.

Kalau di-Bridge, anda harus masuk ke modem/router melalui fasilitas Telnet dan memakai instruksi² CLI (Command Line Interface) untuk menampilkan data/informasi yg diinginkan. Detail dan syntax perintah mungkin berbeda untuk tiap merk dan model (karena perbedaan chipset, firmware, dsb).
Lihat user manual dan/atau handbook CLI yg diterbitkan pembuat modem/chipset/firmware.

Tip: Kalau tidak mau repot, reset modem/router-nya dan connect kembali dgn mode Router atau Bridge+Route (PPPoE/PPPoA), pokoknya asal jangan mode Bridge murni.

PENTING !
ReSet (hard reset; cold reset) tidak sama dengan ReBoot atau ReStart.
Me-reset modem/router ADSL akan menghapus SEMUA konfigurasi user dan mengembalikan setting ke factory default.
Sebelum me-Reset modem, catat dulu:
• Nomer VPI dan VCI (data konfigurasi dasar koneksi ADSL TelkomSpeedy)
• Nomer Account (14xxXXxxXXxx@telkom.net) dan Password TelkomSpeedy.
• Administrator UserName dan Administrator Password dari modem/router ADSL.
Data di atas dibutuhkan unt bisa connect lagi dgn mode Router ataupun Bridge+Route.

A3. Contoh kasus: Koneksi sering terputus, lambat, tidak bisa connect, dsb.
Bila perolehan nilai SNRM dan LA kita ternyata pada level cukup untuk memperoleh koneksi yg normal, kemungkinan letak sumber masalah bisa diredusir dgn [untuk sementara] mengesampingkan hal² yg berkaitan langsung dgn komponen primer pada infrastruktur jaringan, baik itu primary hardware kita sendiri ataupun milik provider.

Yang namanya "komunikasi" selalu melibatkan lebih dari satu partisipan (minimal dua). Sepanjang jalur (medium) komunikasi-nya oke, bila ada kelambatan atau hambatan lainnya, bisa jadi disebabkan karena masalah "persepsi" (kompatibilitas software, perbedaan protokol komunikasi, dsb). Ini menyebabkan message (isi pesan yg hendak dikomunikasikan) harus di-retransmit ber-ulang²; dan pihak penerima otomatis harus decoding/recoding ber-ulang² juga -- terjadilah perlambatan, atau malah gagal sama sekali karena kedua partisipan akhirnya "menyerah" (berhenti bertukar sinyal/data). Di mata user hal tsb sama dengan koneksi lambat (karena tersita pengulangan proses transmisi), atau gagal connect (tujuan koneksi tidak tercapai). Kita bisa lihat dalam kasus ini permasalahannya tidak pada gangguan medium namun lebih pada "tata-cara" berkomunikasi.

NOTE:
Bagi yg masih awam dgn dunia teknologi informasi, bila anda belum dapat menangkap maksud tersembunyi dari berbagai analogi yg terkandung dalam paragraf di atas, sekedar beberapa keterangan singkat berikut ini mungkin bisa membantu.

• Protocol: Browsing, Download, Chatting, Transfer File, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya via Internet, dapat terselenggara berkat adanya standar "tata-cara berkomunikasi" yg disebut "protocol" dan "sub-protocol". Tanpa standarisasi aturan tsb berbagai macam mesin tidak akan dapat saling berhubungan atau mengerti apa yg harus dikerjakan.

• Coding/Decoding: Sinyal (code) dan Data (informasi) harus disampaikan dalam format, susunan dan ukuran yang "telah disepakati", dalam arti "dimengerti" oleh semua pihak/perangkat yg terlibat.

• Transmit/Re-transmit: Sinyal & Data boleh (dan harus) dikirim ulang jika penerima melaporkan apa yg telah diterimanya sampai saat itu tidak/belum sesuai dgn segala yg telah disepakati ketika pertama kali kontak (handshake). Tergantung bagaimana penulisan kode software-nya, frekuensi & format transmisi dapat berubah. Frekuensi bisa dipercepat atau diperlambat. Format bisa dipendekkan, dipanjangkan, dirubah bentuk dan/atau susunannya, dsb.

• Di antara Pengirim (initiator) dan Penerima (receptor) bisa terdapat lebih dari satu Perantara (mediator). Salah satu mediator itu misalnya adalah mesin yg secara generik disebut Router -- tugasnya memilih/menganalisa/memformat-ulang/menyampaikan bit² yg melaluinya ke pihak berikutnya (yg bisa merupakan Router atau mesin jenis lainnya). Setelah pesan diterima, receptor wajib memberitahu initiator bahwa pesan telah diterima dgn baik (ACKnowledge). Jalur yg harus dilalui [biasanya] sama dng jalur pengiriman, namun tidak tertutup kemungkinan mempergunakan jalur lain (bisa lebih jauh atau lebih dekat). Ada bermacam jenis Router. Mediator jenis lain misalnya adalah Proxy, Switch, dsb.

• Bila Sinyal dan/atau Data yg dikirim initiator -- sengaja atau tidak -- berisi kode² yg "tidak dikehendaki" oleh penerima (atau mediator), komunikasi sangat mungkin akan diputuskan. Alamat pengirim akan dicatat, dan transmisi selanjutnya dari sumber tsb tidak akan diproses.
Mengapa anda tidak bisa connect, atau connect-nya tidak lancar, padahal jalur komunikasi oke?
Apakah komputer anda bersih dari malware?
Apakah kebetulan anda mendapat "identitas/alamat bekas" dari user lain yg sebelumnya telah di-filter?
Apakah di tengah jalan transmisi anda dialihkan ke mediator "gadungan" tanpa sepengetahuan anda?
Apakah ada aspek² tertentu pada receptor/mediator yg telah diubah pemiliknya oleh karena satu dan lain alasan sehingga "tidak seperti biasanya"?
Salah setting software?
Software lain berperilaku "egois" dan menghalangi komponen lainnya?


B. SNR_Margin (SNRM)
B1. Signal-to-Noise Ratio (SNR)
• SNR ialah Perbandingan (ratio) antara kekuatan Sinyal (signal strength) dengan kekuatan Derau (noise level).
• Nilai SNR dipakai untuk menunjukkan kualitas jalur (medium) koneksi.
Makin besar nilai SNR, makin tinggi kualitas jalur tersebut. Artinya, makin besar pula kemungkinan jalur itu dipakai untuk lalu-lintas komunikasi data & sinyal dalam kecepatan tinggi.
• Nilai SNR suatu jalur dapat dikatakan pada umumnya tetap, berapapun kecepatan data yang melalui jalur tersebut.
• SNR tidak sama dengan SNRM, namun keduanya saling berkaitan erat satu sama lainnya.
• Satuan ukuran SNR dan SNRM adalah decibel (dB) <-- logarithmic.

Meskipun dituliskan dengan cara/nama (label) yg berbeda² (SNR, SNR Margin, Noise Margin, Margin, Receive Margin, dsb) pada tiap merk & model modem/router ADSL, yang dilapokan oleh alat itu sebenarnya adalah nilai SNRM, bukan nilai SNR [kecuali kalau disebutkan demikian secara spesifik pada manual peralatan].

B2. Signal-to-Noise Margin (SNRM) ialah:
1. Perbedaan (margin) atau Perbandingan Relatif antara Kekuatan Sinyal ADSL dengan Derau (noise) yang ada pada jalur komunikasi.
2. Perbedaan antara nilai SNR_Sebenarnya dari suatu jalur komunikasi dengan SNR_yg_Dibutuhkan oleh jalur tersebut supaya bisa dipakai untuk menyelenggarakan komunikasi pada suatu tingkat kecepatan tertentu.

Contoh:
Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB.
Diketahui pula bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB.
Maka dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya adalah 25 dB, yaitu
SNRM = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan = 45 dB - 20 dB = 25 dB

• Mengapa ketika kecepatan koneksi kita ditingkatkan dari 384 kbps menjadi 1000 kbps ternyata SNRM yang dilaporkan modem menurun, padahal perangkat koneksi dan perkabelan tidak ada yang diganti?
Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB.
Diketahui bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB.
Diketahui pula bahwa untuk meningkatkan kecepatan dari 384 kbps menjadi 1000 kbps dibutuhkan peningkatan SNR dari 20 dB menjadi 30 dB.
Maka sekarang dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya bukan lagi 25 dB melainkan 15 dB, yaitu
SNRM (1000 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 1000 kbps = 45 dB - 30 dB = 15 dB
SNRM (384 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 384 kbps = 45 dB - 20 dB = 25 dB

• Sebagian merk/model ADSL Modem/Router menunjukkan dua nilai SNRM:
DownStream SNRM dan UpStream SNRM.
DownStream SNRM menunjukkan nilai SNRM pada range frekuensi yg dipakai unt menghantarkan data/sinyal dari modem di DSLAM ke modem user (data masuk dari Internet).
UpStream SNRM adalah nilai SNRM pada rangkaian frekuensi yg dipakai unt mengirimkan data/sinyal dari modem user ke modem di DSLAM (data keluar menuju Internet).

• Pada umumnya, nilai SNRM terendah yang diperlukan supaya proses SYNCH (sinkronisasi frekuensi sinyal antara modem ADSL kita dengan modem di peralatan DSLAM) dapat berlangsung dengan lancar adalah ±6,0 ~ ±7,0 dB. Nilai inilah yang biasa dicantumkan oleh pembuat modem pada manual sebagai persyaratan minimal supaya modem mampu bersinkronisasi dengan perangkat penyelenggara layanan koneksi. Pada kenyataanya kondisi jaringan berbeda satu sama lainnya. Sebagian jaringan mungkin membutuhkan SNRM minimal sampai ±10 dB.

• SNRM hanya dapat diukur secara benar dari sisi pelanggan, yaitu dari soket telepon di mana modem kita hubungkan. Nilainya dapat -- dan kemungkinan akan -- berfluktuasi dari waktu ke waktu karena pengaruh interferensi sinyal radio, perangkat elektrik/elektronik lain di sekitar dan disepanjang jalur yang dilalui kabel tersebut, termasuk perubahan cuaca dan iklim.

TIPS:
1. Bersihkan soket telp. Air seni dan kotoran hewan lainnya akan menimbulkan oksidasi logam dan jamur yg membuat kelembaban meningkat.
2. Jangan taruh soket telp di lantai atau menanamnya di tembok yg lembab.
3. Hindari jaringan kabel telp yg banyak sambungan (di dalam maupun di luar rumah). Kalau perlu ganti dgn satu lajur utuh dari tiang telp sampai ke modem. Permintaan penggantian kabel dapat diajukan ke kantor Telkom setempat, biasanya dgn menghubungi nomer 117 (namun bisa segera dilaksanakan atau tidak tergantung persediaan kabel luar setempat).
Kabel listrik bertegangan tinggi yg melintang relatif dekat dgn jaringan kabel telp bisa menjadi sumber gangguan.
Pemasangan kabel yg ceroboh (kendor di terminal) juga akan menimbulkan masalah.
4. Jangan taruh telp atau memasang kabelnya terlalu dekat dgn sumber radiasi elektromagnetis (speaker, AC, dsb) dan sumber gelombang radio (microwave; antena in-door, wireless handset transceiver, dsb). Untuk perkabelan, beri jarak minimal ±30cm (1 feet); taruh lebih jauh lagi kalau ada sambungan kabel terbuka (segera dibungkus isolator).
5. Jangan meletakkan handphone yg dalam keadaan aktif dekat dgn perangkat komputer, apalagi modem! Ini cenderung selalu disepelekan ... rasakan sendiri akibatnya... tongue
6. Ganti trafo lampu neon tua, apalagi kalau sudah mengeluarkan bunyi.
7. Jangan meletakkan stabiliser [terutama stabilizer elektromekanis; stavol] dekat dgn perangkat komputer (kurang dari ±1 m).


C. Line Attenuation (LA)
• Nilai LA menunjukkan seberapa jauh kualitas sinyal dari/antara modem pelanggan sampai ke perangkat DSLAM di Sentral Otomat Telkom telah terdegradasi (melemah; menurun mutunya). Sama halnya dgn penurunan beda potensial (voltage) di ujung akhir akibat penggunaan kabel listrik yg terlalu panjang tanpa penguat.
• Faktor jarak sangat berperan. Yang dimaksud dgn "jarak" di sini adalah jarak total panjangnya kabel, bukan seberapa jauh rumah/kantor kita dari DSLAM dan/atau Sentral Otomat Telkom. Biarpun bangunan hanya terpisah tembok, rangkaian kabel telp bisa saja berputar dulu mengelilingi blok perumahan.
Makin jauh jarak modem anda dengan peralatan di DSLAM, makin tinggi nilai redamannya, alias makin buruk keadaannya (akibat makin tingginya jumlah sinyal yang hilang/teredam/melemah disepanjang jalur).
Makin rendah nilai LA, makin besar kemungkinan kita akan mendapatkan kecepatan koneksi yang lebih tinggi (karena kualitas sinyal relatif terjaga, tidak banyak teredam/hilang/melemah akibat panjangnya jalur yang harus dilalui).
• Selain panjang, diameter kabel (0,3~0,6 mm) juga berpengaruh, demikian pula dgn kondisinya (oksidasi, lembab/basah, sambungan kendor, banyak sambungan, dsb).

TIPS:
1. Periksa/test splitter dan/atau micro-filter.
Angkat gagang telp. Dengarkan suara nada pilih. Suara berdenging atau kemerosok di pesawat telp dapat menjadi salah satu indikasi kerusakan splitter. Kemudian tekan tombol 0 dan simak. Tak boleh ada suara apapun di sini.
2. Jangan pakai splitter bermutu rendah, karena malah lebih sering menimbulkan gangguan daripada melaksanakan tugas sebenarnya (memisahkan frekuensi rendah dgn frekuensi tinggi). Frekuensi Rendah unt dilalui sinyal analog (voice); Frekuensi Tinggi unt sinyal digital ADSL.
3. Radiasi elektromagnetik (EMI/EMR/EMP) yg diakibatkan oleh sambaran petir di dekat jaringan kabel Telkom, PLN, atau disekitar tempat tinggal kita, dapat merusakkan rangkaian elektronik splitter. Jika kekuatannya cukup besar, ekses akan tembus ke UPS/Stabilizer, pesawat telepon/PABX, modem/router, mainboard + peripherals komputer, dan peralatan elektronik lainnya.


CATATAN TAMBAHAN
• Parameter lainnya (seperti Transmit/Receive Power, dll) akan disusulkan kalau waktu dan tenaga menginjinkan serta sumber daya lain (quota bandwidth, dsb) masih tersedia.

• Permasalahan koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy tidak hanya disebabkan oleh apa yg telah ditulis di atas. Cukup sering terdeteksi bahwa setelah di-trace ternyata bottle-neck (penyempitan) ada di network node milik SingTel Singapore (partner bisnis dari mana saat ini Telkom masih "kulakan" bandwidth).
Lagi, jika waktu & tenaga mengijinkan bla...bla...bla... -- dan tak ada kesulitan dgn fasilitas upload image yg disediakan forum -- hasil tracing dgn signal plotter akan saya sertakan di forum sbg bahan masukan tambahan.

• Telah lama diketahui bahwa pada jam² sibuk (peak hours; jam kantor; ±08:30~17:00~21:00WIB), mutu koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy mengalami penurunan drastis akibat network congestion (kemacetan di jaringan akibat lalu-lintas pemakaian bandwidth melebihi kapasitas terpasang). Dalam hal ini jelas tak ada permasalahan teknis apapun pada semua perangkat yg terlibat (user, provider, dan partner komunikasi).
Sama seperti kemacetan lalu-lintas pada jam² sibuk di ruas² jalan utama Jakarta seperti Thamrin~Sudirman, GajahMada~HayamWuruk, dsb, yg hampir setiap hari membuat pusing warga Jakarta, keadaan infrastruktur jalanan sebenarnya relatif baik² saja. Hanya jumlah pengguna yg tidak seimbang dgn kapasitas yg ada.
Solusi: Berlangganan pada provider lain, unt dipakai sbg koneksi cadangan kalau jalur TelkomSpeedy sedang crowded bin letoy.
Sebagai contoh, saat ini ada penawaran berbagai macam paket (Rp160.000/259.000/350.000/625.000/900.000 per bulan) koneksi broadband di situs IndosatM2.
Periksa website ISP lainnya unt perbandingan. Perhatikan coverage area unt mengetahui apakah daerah anda tercakup dalam jangkauan servis mereka. Kirim e-mail atau telp unt minta informasi lebih lengkap.

• Beberapa peralatan/instalasi yg potensial menjadi sumber gangguan:
AC, kulkas, pompa air, kipas angin, microwave, oven elektrik, telp nirkabel (termasuk handphone), lampu fluorescent (neon), power adaptor, monitor, speaker, stabiliser elektro-mekanis, antena (segala jenis, termasuk built-in wireless antena pada laptop), pemancar radio di sekitar rumah, booster, alarm system, kabel listrik tua/terkelupas, dsb.

Segala peralatan yg membangkitkan/merubah frekuensi memiliki potensi menjadi sumber gangguan -- tergantung cara pemakaian peralatan tsb oleh penggunanya, instalasi, jarak serta orientasi-nya terhadap perangkat koneksi ADSL (milik user dan/atau milik provider).

Tidak jarang terjadi kondisi perangkat kita (user & provider) sebenarnya baik² saja, namun sumber interferensi-nya yg terlalu besar sehingga mengacaukan operasi normal perangkat tsb. Atau, perangkat kita yg ternyata beroperasi pada kondisi pas²-an (terlalu dekat dgn margin error) sehingga rentan terhadap perubahan sekelilingnya. Dalam keadaan seperti itu, gangguan sedikit saja sudah mampu mengacaukan keadaan yg sebelumnya tampak "normal²" saja.

• Hasil Ping hanya menunjukkan Latency antara satu atau lebih titik koneksi, tidak bisa dipakai sendirian begitu saja unt menggambarkan kualitas jaringan. Latency (round-trip time) diukur dari Pengirim > Penerima > Pengirim (dari Sumber sinyal, ke Penerima, balik lagi sampai ke Pengirim). Kalau hasil ping jelek, tidak selalu berarti kualitas jaringannya yg jelek. Bisa jadi si penerima "sedang-terlalu-sibuk" (over-loaded; over-burdened) unt memberikan respons -- meskipun bisa berarti juga "under-performance", misalnya karena salah instalasi dan/atau spesifikasi platform. Atau sinyal ping corrupt di tengah jalan.
Masalah jaringan terlalu kompleks unt bisa dipecahkan/dianalisa hanya dgn satu alat ukur; apalagi jaringan global semacam InterNet[works]. Dan 100 alat ukur boleh dipakai dgn cara bagaimanapun, sepanjang "meteran" tsb tidak dikalibrasi, hasilnya tidak akan pernah akurat.

Jadi tidak perlu posting hasil ping sampai puluhan baris. Cukup beberapa baris saja (dgn packet size standar, 32 Bytes).
Pelajari baik² cara penggunaan suatu network tool (ping, traceroute, netsh, whois, netperf, ttcp, dsb) supaya kita jangan sampai salah kena tuduh sbg "pengacau"... tongue
Misalnya, ping berkali² ke suatu server/situs dalam jangka waktu pendek bisa diartikan sbg flooding ataupun attack.

Atau posting ping result secara tidak relevan & ber-ulang² di forum... itu bisa diartikan sbg spamming ... [walaupun aslinya mungkin dilakukan karena masalah tidak/belum tahu saja]. Seribu baris ping result di-posting di forum sekalipun tidak bakal merubah keadaan, hanya akan "mengotori" rumah sendiri, ... toh bukan kita yg punya TelkomSpeedy, tak iyyae? wink


GLOSSARY
Marning =  Jagung goreng, keras seperti beras mentah (mungkin lebih tepat unt konsumsi kuda drpd homo sapiens ...) big_smile
Kulakan [bhs Jawa] = beli untuk dijual lagi
EMI = ElectroMagnetic Interference (gangguan elektro-magnetis; berbahaya unt semua jenis peralatan elektronik).
Latency (round-trip time; delay) = Total waktu yg diperlukan suatu sinyal unt menuju ke sasaran dan kembali lagi ke pembangkitnya.

EoM

Edit 2008-10-25 05:49~06:05WIB
• Reminder unt reset modem pada Paragraf 2, Bagian A2.

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

Bagus itu, bisa di masukan ke Wiki tidak?
terima kasih banyak ..

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

Bagaimana dengan milik saya om JackaThello :

http://i35.tinypic.com/122j6ub.jpg

bagus atau tidak bagus, makasih big_smile

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

hmm,,kelihatannya punya sayah parah di Line Attenuation (Redaman pada Jalur) mencapai di rentang 50,0 dB ~ 59,99 dB, sejauh ini sih koneksi baik2 aja, tapi ketawan pas waktu hujan, akses tiba2 DC, dan bisa naik sampai 56db, parah nih sad hiks hiks..

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

wow mantep nih ...
walaupun uraiannya baru "kulitnya" saja, tapi sepertinya sudah menjadi pencerahan untuk orang awam ....

tuh diminta pak Onno suruh nyimpen di wiki
hehehehe ....

kalo status modem saya :
http://opensource.telkomspeedy.com/imgupload/images/316_modem_3_tn.jpg

dulu pernah trial ADSL 2+, statusnya jadi :
http://opensource.telkomspeedy.com/imgupload/images/355_speedy_ADSL2_tn.jpg

ini menjelaskan margin SNR berubah sesuai dengan data rate ...

kaitan Data rate dengan attenuation maksimum :
http://opensource.telkomspeedy.com/imgupload/images/167_ADSL_Line_Rate_Attenuation.gif

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

"• Beberapa peralatan/instalasi yg potensial menjadi sumber gangguan:
AC, kulkas, pompa air, kipas angin, microwave, oven elektrik, telp nirkabel (termasuk handphone), lampu fluorescent (neon), power adaptor, monitor, speaker, stabiliser elektro-mekanis, antena (segala jenis, termasuk built-in wireless antena pada laptop), pemancar radio di sekitar rumah, booster, alarm system, kabel listrik tua/terkelupas, dsb."

pertanyaan : kira2 yang harus dijauhkan dari gangguan2 diatas itu modem adslnya , kabel telp, atau dua2nya?  lalu utk gangguan sinyal radio dkk , kira2 cara ngatasinnya bagaimana bos?

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

yang pasti alat harus dijauhkan dari sumbernya ...

pengalaman saya bekerja di salah satu radio swasta di kota bandung yang memiliki pemancar berkekuatan lebih dari 10.000 watt penanganannya agak unik. karena interferensinya besar sekali . caranya dengan memberi shiled/jacket pada kabel telepon, setelah itu shield tersebut disambungkan ke ground. alhamdulillah dengung hilang, SNR juga naik ...

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

kasih shield ke kabel telp itu ampe ke tiang telpnya bung? soalnya saya curiga speedy saya lemot gara2 masalah ini, kemaren malem saya cek speed int'l saya bisa sampe 300kbps dan ketika saya menyalakan tivi saya , layar yang biasanya kalo siang keganggu sinyal , tadi malem bersih sekali,  terus pagi tadi ngecek speed speedy saya anjlok lagi di 80an kbps, dan memang ketika menyalakan tivi layar bergelombang krn gangguan sinyal entah dari mana....  btw shieldnya kalo boleh tau spt apa bahan dan bentuknya?

9 (edited by maverick 21-10-2008 01:58:21)

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

Status Modemku, Linksys AM300. tapi kadang2 Downstream Margin nya anjlok sampai 2db, kok bisa gitu ya...

http://opensource.telkomspeedy.com/imgupload/images/558_status_modem_linksys_am300_pic.jpg

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

ian wrote:

dulu pernah trial ADSL 2+, statusnya jadi :
http://opensource.telkomspeedy.com/imgu … SL2_tn.jpg

ini menjelaskan margin SNR berubah sesuai dengan data rate ...

Itu koneksi Jalan??
koq bisa yah.. ane ngerubah modulasi ga pernah bisa. Yg terjadi modem hung. Status selalu diset di auto aja

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

Wèlèhhh... baru ditinggal bbrp hari postingnya sudah di-"lem" toh? roll
... kerjaan om Ian nih yaö? atawa om Adel? wink ... ["soraya" kalo salah kira ...] {soraya = sorry yaa}
... biar jemariku cepat keriting ngêbalês reply sticky post yak? big_smile
... habis ngê-lem kaci info dikit dunk, ntar dikira ogut maen stickong sendiri loh ... kacianilah daku oiiii ... tongue

12 (edited by JackaThello 25-10-2008 06:18:40)

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

onnowpurbo wrote:

... terima kasih banyak ..

"Kasih"-nya saya terima dan ini kembalian "kasih"-nya, wak Onno ... smile

onnowpurbo wrote:

Bagus itu, bisa di masukan ke Wiki tidak?

Sejujurnya, rasanya saya harus cari waktu longgar dulu kalau mau contributing sesuatu ke Wiki ...
... takut menambah "polusi" kalau materi dan referensi-nya tidak di-chek/test dulu ...
Namun seandainya pada pertanyaan di atas terkandung maksud kang Onno yg mau men-transfer-nya ke Wiki (misalnya kalau kebetulan longgar, copy+paste, dsb), wah silahkên aja mánggá diatur waé gimana baéknya, juragan... wink

P.S:
Omong² soal Wiki, apa sudah dengar beberapa kasus yg menghebohkan dunia Wikipedia akhir² ini?
The Register Exposes More Wikipedia Abuse
» http://yro.slashdot.org/article.pl?sid= … mp;tid=153
Emails Show Journalist Rigged Wikipedia's Naked Shorts
» http://www.theregister.co.uk/2008/10/01 … _shorting/
Wikipedia Ruled by "Lord of the Universe"
» http://www.theregister.co.uk/2008/02/06 … wikipedia/


Ian wrote:

... tuh diminta pak Onno suruh nyimpen di wiki ... hehehehe ...

Oh, kalau sekarang masih "angêt" gini rasanya belum pantas dituliskan di OpenSource TelkomSpeedy Wikipedia ya? ... roll
Selain harus dilengkapi dan disusun ulang karena banyak materi semula yg terpaksa di-drop unt mempersingkat posting, bahasanya juga kayak-nya harus di-adjust ke bentuk yg lebih sesuai unt Wiki.
Di posting awal "terlanjur" kuselipi beberapa jokes unt membantu "mendinginkan" parser processor dan memory controller beberapa tipe readers yg kelihatannya agak cepat "hangat" kalau dilewati materi "compressed feeds". Maunya sih gitu... gak tahu kalo malah bikin cepet "hung" ... bleh ... tongue

Barusan paragraf 2 di bagian A2 aku tambahi sedikit catatan penting yg kemarin tidak sengaja ikut ke-delete waktu re-composing. Aku khawatir kalau tidak disebutkan bisa menyusahkan user awam yg coba² me-reset modemnya tanpa mencatat parameter dasar terlebih dahulu. Mengingat di lapangan masih banyak instalatur TelkomSpeedy cari gampang meng-install modem user pada mode Bridge Only, sedangkan mungkin setelah membaca posting di atas banyak juga user yg tertarik atau sekedar iseng ingin tahu status kondisi line-nya namun kurang pengalaman sehingga main langsung pencet tombol Reset, wah... yikes ... setting back to factory default dan lost connection cuma gara² lihat tabel itu di forum kita. tongue

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

adiboy wrote:

Bagaimana dengan milik saya om JackaThello ...

• Downstream Margin: 4 dB
Kalau dilihat pada Tabel 1, nilai 4 dB masuk ke golongan paling bawah (00,0~06,9 dB = Bad).
Keterangan singkat pada baris itu "Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²)".

Pada tabel hanya dituliskan keterangan singkat supaya tidak membuatnya jadi kelihatan ruwet, dan cuma disebutkan gejala yg akan paling sering terasa kalau perolehan nilai SNRM di rentang tsb.

Apakah betul anda sering mengalami masalah seperti itu?
Misalnya: SYNCH sering harus beberapa kali baru oke, tak bisa satu/dua/tiga kali saja.

Singkatnya, perolehan SNRM rendah berarti intensitas noise mendominasi sinyal.
Meski masih bisa connect, kalau SNRM di bawah 7,0 dB biasanya koneksi mudah drop karena gangguan kecil saja. Begitu ada interferensi yg kekuatannya melebihi sinyal sedikit saja mungkin akan langsung putus (tidak cukup toleransi sebelum algorithma error correction pada firmware modem beraksi secara efektif).

Kelihatannya banyak interferensi di sekitar lokasi anda?
Biasanya paling sering ada di area sekitar tempat komputer dan peralatan lainnya diletakkan.
Di luar ruang, yg paling sering jadi penyebab buruknya SNRM adalah kondisi jaringan kabel telp.

Ada kemungkinan juga masalahnya ada pada ujung yg satunya di titik back end (di DSLAM), namun probabilitasnya kecil saja sebab kalau peralatan trouble biasanya pasti segera diganti oleh provider (akibat banyaknya laporan gangguan dari user lain). Untuk mengetahuinya bisa dicoba di-test dgn langkah sederhana: ReBoot modem beberapa kali. Beri jarak ±5~10 menit antara satu ReStart dgn berikutnya. Lihat dan bandingkan hasilnya pada DSL Status. Kalau konsisten rendah terus bisa disimpulkan sementara masalah mungkin ada di sekitar kita sendiri.

Komentar selanjutnya saya satukan pada bagian di bawah ini saja supaya ringkas.

• Downstream Line Attenuation: 53 dB
Pada Tabel 2, nilai 53 dB masuk ke golongan paling bawah (60,0 dB ~ ke atas = Bad).
Keterangan singkatnya: "Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb)".

SNRM serendah 4 dB ditambah LA setinggi 53 dB sebenarnya bisa langsung saja dikatakan "sial banget" deh. sad
Itu kan sama dengan kombinasi "SYNCH tidak lancar" + "sinyal hilang; banyak gangguan koneksi, dsb" yah?

Untuk mencari sebabnya bisa dimulai dgn yg paling mudah dilakukan dulu, yaitu dgn memeriksa keadaan di sekitar peralatan anda.
- Mulai dari sekitar meja kerja tempat anda menaruh komputer, modem, stabilizer, dsb.
- Periksa/test splitter.
- Lalu coba telusuri keadaan perkabelan (listrik & telp), dari modem dan sekitarnya, ke box KTB, sampai ke tiang telp.
Berikan perhatian ekstra ketika memeriksa terminal & soket (listrik & telp).
- Kabel² jangan sampai tertindih/terjepit sesuatu, atau tertekuk tajam. Luruskan/atur ulang jika perlu.
- Kabel power & data jangan diikat jadi satu; pisahkan dan beri jarak secukupnya.
- Pisahkan stop-kontak AC, exhaust, dsb, dgn yg untuk komputer cs. Kalau mungkin buatkan jalur lain.
- Jangan lupa instalasi di-ground (masukkan ke tanah secukupnya; jangan hanya ditempelkan di lantai/dinding).
Masalah grounding ini punya peran penting di semua jaringan yg melibatkan perlistrikan.
Speaker anda mengeluarkan dengung? Casing dan monitor nyetrum kalau disentuh?
Gimana dgn instalasi listrik di rumah/kantor? Sudah di-ground dgn baik belum?
-Kabel listrik ke peralatan komputer + lainnya pakai yg isi 2 atau 3? Diameter kabel sudah sesuai beban?
- Kabel telp yg sekarang dipakai lebih dari 2m panjangnya gak?
- Telp di paralel? Pakai cordless handset?
- Pasang fax jadi satu dgn line unt ADSL? Splitter atau micro-filter tidak menjamin pasti selalu lancar.
- Pakai lampu dimmer di ruangan?

Jika semua ternyata beres namun nilai LA anda masih rendah (atau relatif rendah), berarti hanya tinggal satu sebab: Jaraknya mungkin relatif jauh dari DSLAM terdekat yg ada sekarang ini di area coverage anda.
Faktor jarak bisa membuat kondisi line tidak sesuai unt kecepatan yg diperoleh sekarang. Salah satu penyebab mengapa sebagian pendaftar TelkomSpeedy belum terlayani sampai saat ini juga karena masalah itu (posisi mereka terlalu jauh dari jangkauan efektif sinyal ADSL).
Solusi: Pergi ke Plasa Telkom, langsung ke bagian khusus yg menangani TelkomSpeedy (bukan CSR umum), jelaskan permasalahannya dan minta penurunan kecepatan koneksi. Gratis. Tanyakan juga apa bisa dikirim teknisi jaringan unt memeriksa kondisi line telp anda.


adiboy wrote:

... kelihatannya punya sayah parah di Line Attenuation (Redaman pada Jalur) mencapai di rentang 50,0 dB ~ 59,99 dB, sejauh ini sih koneksi baik2 aja, tapi ketawan pas waktu hujan, akses tiba2 DC, dan bisa naik sampai 56db, parah nih sad hiks hiks..

Jika sekarang masih bisa connect atau terasa oke² saja, pasti keadaannya seperti yg telah saya sebutkan di posting ("dalam keadaan pas²an").
Bagian tsb saya kutipkan lagi di bawah:

JackaThello wrote:

... Atau, perangkat kita yg ternyata beroperasi pada kondisi pas²-an (terlalu dekat dgn margin error) sehingga rentan terhadap perubahan sekelilingnya. Dalam keadaan seperti itu, gangguan sedikit saja sudah mampu mengacaukan keadaan yg sebelumnya tampak "normal²" saja. ...

adiboy wrote:

... tapi ketawan pas waktu hujan, akses tiba2 DC, dan bisa naik sampai 56db, ...

Periksa jaringan kabel telp di luar deh...
Siapa tahu mungkin ada yg terkelupas (kena benang layang² misalnya).
Atau ada sambungan yg isolasinya sudah terurai.
Atau kotak terminal pembagi (pada tiang telp) ada yg berlubang (karat).
Besar kemungkinannya air hujan rembes di situ, menyebabkan situasi seperti konslet (kabel telp selalu ada arus-nya, walaupun lemah). Elektron dgn muatan yg berbeda "bertemu" pada tempat yg tidak semestinya. Bila dibiarkan akan cepat merusakkan sirkuit power di modem, dan terus berlanjut ke chipset controller dan processor modem (terutama komponen modulator/demodulator frekuensi).


adiboy wrote:

... ... bagus atau tidak bagus, makasih ...

Ya enggak sih... apa boleh buat terpaksa kesimpulannya gitu. smile
Yang bagus tuh nonik yg di avatar-nya tuh loh... sweet lady... cup cup ahh... bleh ... tongue
Adiknya? Tetangga? Client? Fans? Idola? Koleksi?
... semoga jangan istrinya ... tongue ... ntar gak bisa kenalan ama dia dunk ... lol

TIPS
1. Demi kebaikan anda sendiri, edit image status modem yg telah anda post di atas.
Tutupi (sensor) bagian sensitif berikut ini: MAC Address, Internet IP Address, dan Internet Gateway.
Rasanya tidak perlu dan tidak bijaksana memberikan informasi crucial yg menyangkut identitas jaringan personal kita semacam itu di tempat umum, karena hanya akan memudahkan orang iseng² yg kebanyakan waktu unt mengusili network kita.
Kuadratkan kalimat di atas kalau IP Public anda kebetulan dapat yg static. wink
Lihat contoh posting image Modem Status punya Maverick (sudah di edit ybs ±30menit setelah pertama di-posting). Sayangnya ukuran image tidak dia edit (dkecilkan) sekalian. Bagian yg tak perlu dibuang saja, toh tak ada data/info yg bermanfaat di pinggiran gambar.

2. Edit gambarnya dan buang space putih di sebelah kanan unt memperkecil ukuran image.
Save dalam format PNG saja --> lossless compression; ukuran relatif kecil tapi image tetap tajam.
Pindahkan dari site TiniPic ke local storage yg sudah disediakan di Upload Images forum kita ini. Bisa tampil jauh lebih cepat. Lagian sebagian rekan² sesama member masih akses ke sini via dial-up, khususnya kalau broadband mereka sedang bermasalah sehingga tidak bisa akses ke forum.
Editing cukup pake Microsoft Paint, tak perlu jawara kelas berat macam PhotoShop et alii.

P.S:
- Untuk berikutnya my nickname cukup disingkat "JT" saja ... hemat energy & keyboard tuts ... wink
- Format status report modem-nya seperti Linksys AM300 milik Maverick. Apa modem/router anda juga tipe itu?

EoM

14 (edited by JackaThello 25-10-2008 06:39:43)

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

ian wrote:

wow mantep nih ...
walaupun uraiannya baru "kulitnya" saja, tapi sepertinya sudah menjadi pencerahan untuk orang awam ...

Hallo Khampretz One, wink
"Orang awam" tinggalnya di mana séh? tongue
Apa mereka suka yg "gelap²" gitu yah sehingga perlu "pencerahan" ... hihihi... tongue
Kita ajak nonton bareng The Illuminati yuk biar langsung "cerah" en ceriaaa? big_smile
Sukur kalau dirasa mantêp, apalagi om sekelas Admin yg bilang, ... Khampretz Two naik pamor nih? tongue
Tapi kata nenekku "naik pamor = tambah gawean" loh ... lol
Gak apa sih kalau ada amplopnya + tambah tebalnya ... {boewat bayar bandwidth}
... sayang kita cuma sukarelawan waé, euyy ... tongue

P.S
• Materi ini (SNRM & LA) kan dulu sudah pernah ogut post di forum lama yah? roll
Aku ubêk² di sini kok gak ketemu jejaknya apa "kebetulan" tak ikut ter-convert ke format baru? roll
Posting yg satunya lagi (soal notasi Bit and Bytes) juga "amblas", eh? wink
Juga "Sirkuit Tikus Balap Nusantara" tempat kita suka nongkrong "adu jangkrik" doeloe ikut kena gusur tramtib? tongue
Wah malah kebetulan kalau gitu gak usah cari waktu ngedit & betulin format posting ane yg lama² di sini ... lol

• Makasih atas bantuannya melengkapi posting dgn materi, data, dan info tambahan yg bermanfaat.
Makin lengkap makin sesuai dgn tujuan posting ini --> supaya rekan² lain, khususnya yg baru menikmati akses broadband, bisa melakukan analisa sendiri pada arah yg ada dasar teori dan perbandingan empiris-nya, alias tidak ngawur ambil kesimpulan semaunya sendiri lalu teriak² tuding sana tuding sini.

P.P.S
Benar kata om Iam rating forum kita di Google cukup tinggi.
Aku coba sendiri beberapa waktu belakangan ini. Search macam² topics beberapa kali akhirnya diberi referensi ke sini juga loh (karena di tempat lain gak ada).
Tapi itu kan berarti juga kalau mau nulis sesuatu harus makin hati² bin teliti sekarang yah? roll
Kalau sampai error atawa inacurate dan dibaca "orang seberang lautan" sana kan bisa bikin maloe orang awak, tak iya? tongue

BTW, kang PW ama kang DA lagi klayapan ke mana atawa dapet obyekan apa kok bbrp bulan ini jarang login ya? roll

Khampretz Two out ... wink

15 (edited by JackaThello 25-10-2008 06:48:26)

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

Warnet_RezANik wrote:

pertanyaan: kira2 yang harus dijauhkan dari gangguan2 diatas itu modem adslnya, kabel telp, atau dua2nya?

Karena tanyanya "kira²", dapetnya respon juga "kura²" yah? ... aww, gak boleh marah loh ... wink

Jauhkan semua peralatan komunikasi data (termasuk komputer) dari perangkat (mesin+kabel) elektronik/elektrik yg berpotensi menjadi sumber interferensi -- semaksimal yg bisa kita lakukan, dan dalam batas² kemampuan dan kewenangan kita.

Beri jarak antar perangkat sewajarnya sesuai spesifikasi peralatan/kabel.
Kabel beraliran arus lemah atau yg sudah di-shielded dgn baik (misalnya kabel monitor) jarang menimbulkan interferensi. Namun casing computer bermutu rendah malah kadang jadi penyebab karena tidak mampu menahan radiasi yg mungkin timbul akibat beroperasinya bermacam² peralatan komputer pada berbagai range frekuensi. Ini berlaku dua arah (maksudnya dia juga tak mampu menahan interferensi dari luar casing).
Meskipun semua produk consumer pada umumnya sebenarnya telah dilindungi sesuai aturan (TUV, CE, GS, FCC, ISO, dsb), yang kita lakukan di sini pada prinsipnya adalah berjaga² terhadap hal² yg tak diinginkan akibat kombinasi berbagai masalah (ketidaksempurnaan produksi, tegangan naik/turun tiba², fenomena alam, dsb).

Kabel power dan kabel data sebaiknya tidak diikat jadi satu.
Modem jangan ditaruh dekat monitor, di samping speaker, di atas stabilizer, laser printer, scanner, dsb.
Carikan jalan sebisanya kabel power tiap alat tidak menempel atau lewat terlalu dekat dgn peralatan pengolah sinyal (modem, WAP, repeater, amplifier, speaker, dsb).
Bila isinya arus lemah, jarak ±10~30cm sudah cukup (tergantung kualitas kabel, jenis dan besarnya arus & tegangan, dsb).
NOTE: Kabel power dan data kepunyaan desktop modem/router yg biasanya menjulur berdampingan karena soketnya berdekatan cukup diatur supaya tidak nempel jadi satu. Kalau perlu di-cellotape ke meja supaya tidak gesar-geser ke sana ke sini.

"Semaksimal yg bisa kita lakukan ..."
Atur ulang perkabelan dan/atau posisi peralatan.
Lihat respon yg saya tulis untuk om Adiboy di atas.

"Dalam batas² kemampuan kita ..."
Waktu, tenaga, knowledge, biaya, dan sumber daya lainnya, adalah beberapa hal yg bisa menjadi hambatan. Kita bisa punya keinginan untuk mengganti jaringan kabel dengan yg kualitasnya lebih baik (diameter, mutu bahan dasar+insulator/pembungkus, dll), misalnya, tapi bagaimana dgn biayanya (material + teknisi)? Apakah layak diganti semua? Keadaan sekarang apakah masih bisa ditolerir, setidaknya unt sementara waktu sampai bisa nabung unt Maintenance & Repair?
Lakukan perbaikan (atau perkuatan/perlindungan/perletakan) secara bertahap mulai dari yg secara realistis dalam jangkauan saat ini.

Tips unt warnet anda
• Kalau pakai kabel UTP, telusuri jaringan kabel tsb dan lihat apakah ada yg di-klem terlalu kencang sehingga tertekan.
Bagian yg dipertemuan sudut dibuat melengkung (tidak membentuk sudut tajam).
Kabel UTP jangan hanya di-cellotape dan dibiarkan terinjak² orang lewat di lantai, terjepit meja/jendela/pintu, menjulur/menempel dekat stavol, adaptor, motor listrik lainnya.
Jaga panjang antar satu rentang koneksi UTP Cat5/Cat5e tidak lebih dari 90~100 m.
Selalu pakailah crimper yg masih tajam pisau potongnya. Crimper tumpul menyebabkan ujung kabel tidak terpotong rata. Selisih 0,10 mm saja dapat meningkatkan kecepatan perluasan kebotakan kita menjadi dua kali lipat dalam semalam gara² masalah jaringan. tongue Jangan terlalu percaya dgn cable tester murahan. Satu sentakan ringan saja, dan kabel yg semula di "test" oke setelah selesai di-crimp detik berikutnya sudah jadi masalah karena salah satu pin tidak lagi contact dgn baik.

• Kalau pakai Wireless Access Point (WAP) atau Ad-Hoc Network, test perletakannya unt mendapatkan coverage dan performa paling optimal di lingkungan anda. Perangkat wireless sangat rentan terhadap fluktuasi power dan gangguan dari peralatan lain disekitarnya yg kebetulan broadcasting frekuensi pada range yg sama/berdekatan/overlap.

"Dalam batas² kewenangan kita ..."
Tidak mungkin memindahkan tower pemancar radio, BTS, antena televisi tetangga, tiang dan kabel PLN, dll dsb yg bukan punya kita semaunya kan?
Tapi kita bisa "memperkuat" (menambah perlindungan; active/passive shielding; screening; deflecting) dan/atau mengatur ulang posisi peralatan kita terhadap sumber² interferensi potensial semacam itu.

NOTE: Menyangkut instalasi fasilitas publik, ada perkecualiannya, yaitu kalau ada kebocoran atau dampak negatif lainnya yg sudah melebihi ambang kewajaran. Petisi warga bisa diajukan. Meskipun [di negeri kita] memang tidak/belum ada jaminan 100% akan segera ditindaklanjuti, setidaknya dgn bantuan pers dan aktivis lingkungan biasanya suka ada respon dari pemilik/penguasa instalasi tsb. Soal limbah industri yg mencemari lingkungan bisa buat contoh.
Cerita om Ian tentang cable shielding & grounding di salah satu stasiun pemancar radio Bandung menarik unt disimak dan dijadikan bahan perbandingan. Di kawasan di mana saya berada sekarang ada tower utama PT Telkom Surakarta yg sudah sejak lama berdiri. Setidaknya ada 9 macam antena parabolic berbagai jenis, mengarah ke semua penjuru, belum lagi antena jenis lainnya. Penduduk sekitar sini tidak ada yg bisa memasang parabola karena tak ada yg bisa dapat sinyal bersih. Sebagian mengakalinya dgn "membentengi" parabolic dish mereka dgn dinding metal (seng, aluminium plat, dsb) dan beton.


Warnet_RezANik wrote:

... lalu utk gangguan sinyal radio dkk, kira2 cara ngatasinnya bagaimana bos?

Gampang kok boz... matiin aja radionya, atau kirim ke Solo deh... lol

Coba baca² handbook dan artikel di bawah ini sebagai permulaan deh:
FCC (Federal Communications Commision) "Interference Handbook"
preserved by "KYES TV Station, Anchorage - Alaska"
» http://www.kyes.com/antenna/interference/tvibook.html

Radio Frequency Interference (RFI) atau ElectroMagnetic Interference (EMI)
» http://en.wikipedia.org/wiki/Radio_interference

P.S: yang EMI/RFI itu sudah di kasih link-nya di posting asli kan? wink ... coba lihat lagi ...

EoM

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

salam semuaa mohon bantuannya?? punya saya ini bagus gak yahh, kok keseringan lambatnya

                            Downstream      Upstream   
  SNR Margin        : 38.5            31.0  db
  Line Attenuation  : 41.5            15.0  db
  Data Rate         : 1024            128  kbps

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

pantesan kok downstreamnya suka ngadat"

     Downstream      Upstream
SNR Margin (dB):     17.2      31.0 
Attenuation (dB):     54.0      29.0 
Attainable Rate (Kbps):     2304      960 
Rate (Kbps):     1024      128
----------
Do TA.. Do TA.. DotA.. DotA.. @_@

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

nice article.............

Facebook OPiKdesign
http://badge.facebook.com/badge/100000147194199.279.411965916.png
* IT Consultant * Networking Specialist for Internet Cafe/HotSpot/SOHO * Maintenance * Graphic & Web Design, 3D Modeling & 2D/3D Animation * Hosting & Domain * email to: th@opikdesign.com

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

SNR Margin 16

Line Attenuation 44

Data Rate 1020


++++++++++++++++

set dah

punya gw kacau banget yah ...:o

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

tolong dong mo nanya nih sama akang2, klo SNR margin ada ga pengaruhnya sama jarak antara STO dengan lokasi pelanggan?

Thks

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

ada...

http://www.speedtest.net/result/380486291.png

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

wah...lengkap...ini yang di cari nih dari kemarin...

berarti yg penting LA / line atenuation ya...
kalo untuk memperkecil LA, ada ga tipe kabel telepon yang bisa mengurangi interferensi dengan alat lain...yg skrg kan kabel telepon 1 lapis aja..kaya kabel fiber kan banyak shieldingnya..or kaya STP shieldingnya tebel...kalo ada tipenya apa namanya juga apa..

kalo SNRM , berarti jalur nya ke modem dslam telkom ya ... ga bisa di apa apain..hoki hokian aja kalo line di daerahnya bagus dan rapi instalasi telkomnya...

kalo splitter bawaan si modem udah high quality atau ada lagi tipe lain yang bisa di beli tersendiri ?

trus.. berarti selama ini yg jadi problem adalah bottleneck di singtel..apa betul ??
kalo betull wah...telkom harusnya naikin bandwidth quota ke singtel donk ya... or karena kemahalan or ga untung ya telkom kalo di naikin bandiwdth singtelnya..
padahal telkom kan yg paling murah dan milik pemerintah juga sebagian...

Software Billing HotSpot
http://www.indohotspot.net/ZoneWifi/

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

DSL Status:                  Connected
DSL Modulation Mode:             G.dmt
DSL Path Mode:                     Interleaved
Downstream Rate:                     1024 kbps
Upstream Rate:                      128 kbps
Downstream Margin:               26 db
Upstream Margin:                     29 db
Downstream Line Attenuation:     40 db
Upstream Line Attenuation:     8.5 db
Downstream Transmit Power:     11 db
Upstream Transmit Power:       16 db

kalau punya saya diatas itu termasuk bagus apa enggak yach ?

---------------------------------------

Speedless
That Speed You Can't Trust

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

Terima kasih, sangat bermanfaat
Saya pakai Linksys AM300
Sebelumya  Dowstream margin    16dB
                  Upstream margin       -19dB

Dan setelah di telusuri berdasar info diatas , ada kabel listrik 2 buah yang nyangkut di kabel telp.  Sekarang
                  Dowstream margin    23dB
                  Upstream margin       31dB
Tapi ada beberapa situs nggak bisa di lihat.
Maaf kira kira SNR Margin berpengaruh ngak thdp koneksi internasional speedy.
Atau memang gateway internasional speedynnya yang bermasalah

terima kasih

Re: SNR_Margin dan Line Attenuation

punya saya down = 38 db up = 37 db
itu bagus gak ya ?