Topic: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

Pemilihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden 2009 baru saja berlangsung dengan meninggalkan sejumlah permasalahan, mulai dari penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), proses pencontrengan, perhitungan, sampai ke rekapitulasi perhitungannya.

Di dalam thread ini saya ingin mengajak member KIOS untuk mengemukakan pemikiran tentang penerapan IT dalam masalah tersebut sehingga diharapkan pelaksanaan itu di masa mendatang lebih baik dari yang sudah-sudah. Pemikiran tersebut hendaknya berupa pemikiran yang mungkin untuk diimplementasikan, baik secara teknis maupun secara finansial.

Sebagai bahan rujukan, Pemilu 2009 yang lalu:
* menghabiskan biaya sekira 6,7 triliun rupiah,
* jumlah pemilih sekira 177 juta orang,
* jumlah TPS sekira 529 ribu buah, tiap TPS terdapat 2-4 bilik suara, dan melayani 200-400 pemilih,
* jumlah parpol peserta pemilu sekira 38 buah, dan
* jumlah peserta pilpres 3 pasang.
(Tolong dikoreksi jika keliru)

Selamat berdiskusi dan mudah-mudahan muncul pemikiran kreatif dan brilian dari forum kita ini.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

menurut saya
akan lebih efisien kita membuat semacam Embeded Device untuk menggantikan surat suara

seperti kita tahu, surat suara cukup terkendala, sperti jumlah cetakan kurang, salah cetak, rusak, sobek, salah kirim dsb.

mending membuat perangkat Touchscreen 21" untuk menampilkan Foto/Pilihan secara slide show,
hal tersebut dirasa lebih efisien dan reusable (bisa dipakai lagi untuk pilkada, pilgub dll)

seharusnya KPU lebih memikirkan teknologi yang efisien untuk memperbaiki pemilu yang selama ini dianggap semakin ribet dan menghabiskan banyak biaya.

menurut rekan2 lebih nyaman contreng atau coblos?

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

@ si_faisal

Berapa jumlah unit dan perkiraan biaya yang dibutuhkan oleh setiap TPS untuk kebutuhan tersebut? Apakah itu dapat dipenuhi oleh biaya yang dialokasikan untuk surat suara?

Touchscreen 21" ? Gede amat mas. Emang mau nampilin berapa foto per layarnya?
Kalau tidak salah, jumlah caleg per parpol di kertas suara pemilu kemarin cuma 12 orang. Jika foto caleg ditetapkan ukurannya 100 x 150 pixel + tulisan namanya, katakanlah total menjadi 150 x 200 pixel, maka untuk menampilkan 12 orang caleg dapat disusun 4 kolom x 3 baris = 600 x 600 pixel. Itu artinya cukup dengan display 800 x 600 pixel dan itu cukup dengan display LCD 7" saja yang banyak dipake di kasir swalayan, ATM, atau TV mobil seperti ini.

http://www.xenarc.com/product/images/700TSV-B%20web%20-%20front.jpg

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

asumsikan saja, laptop touchscreen 15" sekitar 15 jutaan sekarang
Mac desktop 22" sekitar 28 juta
kalo membuat sendiri dengan layar lebih besar mungkin sekitar 30 juta pak mus

namun kan reusable, bisa dipakai 2-3 kali pemilihan

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

30 juta rupiah per unit? Jika tiap TPS menggunakan 2 unit maka jumlah yang dibutuhkan adalah 1.058.000 unit. Itu berarti membutuhkan biaya sebesar 1.058.000 x 30 juta = 31,74 triliun rupiah.

Kalau gak salah, alokasi biaya untuk kertas suara dalam pemilu kemarin hanya sekira 1 triliun saja dari total biaya 6,7 triliun.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

6 (edited by si_faisal 25-07-2009 08:31:34)

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

ralat pak mus

lcd 17" sekitar 8 jutaan
http://www.bhinneka.com/products/sku002 … creen.aspx

kalo ACER, 17" touchscreen 3,6 jutaan
http://www.bhinneka.com/products/sku000 … creen.aspx

jadi mungkin biaya alat bisa ditekan menjadi 12-15 juta, so pengadaan alat sekitar 15 trilyun

misal dipake untuk 3 kali pemilu, biaya hampir setara dengan menggunakan kertas, dan lebih praktis

smile
coba kalo pemerintah mau invest, dan teknologinya dikembangkan sama bangsa sendiri

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

Jika Acer 17" touchscreen cuma 3,6 jt dan biaya per unit 12 jt, yang 8,4 jt apanya tuh, embedded device-nya? Apa gak kemahalan?

Perkiraan saya, dalam 5 tahun akan terjadi 3 kali penggunaan, yaitu pilkada kabupaten/kota, pilkada gubernur, dan pemilu. Jika mengacu kepada dana yang dialokasikan untuk kartu suara maka dana yang tersedia untuk itu (tidak ada tambahan dana lain) hanya sebesar 3 x 1 triliun = 3 triliun. Nah, jika dana tersebut dibagi 1 juta unit maka alokasi dana per unitnya hanya 3 juta rupiah.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

melihat pengalaman2 yg lalu di segi peralatan
- entah lari kemana itu peralatan ...

saya punya konsep sederhana ...

pemilu lokal dilaksanakan dalam 1 hari
pemilu nasional dilaksanakan dalam waktu tpisah, begini ...
peralatan disuplai semua oleh pusat
misal prop a, hari x, dilaksanakan pemilu
prop b, hari y, dstnya ...
atau daerah a,b dan c hari x
daerah d,e danf hari y dst
konsepnya, peralatan lebih efisien, terorganisir, pengerahan resource efektif, biaya lebih efisien ? ...
peralatan disiapkan sebanyak tempat yg paling banyak tempat "pecontrengan", jadi tdk akan ada kekurangan peralatan[transportasi jad lbh efektif juga gak yah ?],
lpj gampang ditelusuri bila ada peyimpangan
dan ... msg2 perwakilan calon bisa mengawasi masing2 daerah, atau daerah lain krn berbeda waktu, jadi bisa memuaskan semua pihak, semoga ...
tanpa mengerahkan massa besar dan hemat juga di kantong2 mereka ...

untuk peralatan dan teknologi, sudah saatnya mengadopsi OS, device semi mobile sudah cukup bila hanya utk input data

itu yg ada di kepala saat ini ...

=================================================
Bersahabat dengan PfSense dan KIOSer
http://lh5.ggpht.com/_EoHpBdvKwL8/TSfJzYIQekI/AAAAAAAACUk/SafJX7cMjBo/s800/powere.jpg

9 (edited by opikdesign 25-07-2009 17:59:41)

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

model yg di pikirkan faisal cukup bagus tapi terlalu mahal, buat cetak kertas suara 1 TPS gak sampai 2-3jt tuh.... tapi bisa juga ditekan jgn pakai touch screen lah.... paling gak sistem kayak swtich ato semacam ATM aja.... misal tombol A milih partai A kemudian masuk menu untuk pilih caleg tinggal ketik nomer berapa caleg mo dipilih... lebih murah...

buat box sebesar bilik suara tersebut didalamnya buat selayaknya ATM.

komputer yg didalam mesin ATM standartnya Pentium 1 dgn RAM gak lebih dari 128Mb bahkan sekitar 32Mb. Nah, bisa dikalkulasikan berapa membuat 1 unit embed device, sekitar 1.5-3jt khan?! Tinggal connection yg bener2 secure...

masalah catatan DPT, sistem KTP kita ini perlu dirubah, misal semacam kartu magnetic ato ada chip-nya dan bersifat Nasional dalam arti database tiap daerah kecamatan bisa diakses oleh yg memiliki kuasa, setiap mengurus ini dan itu yg menggunakan KTP cukup "gesek" seperti halnya mo ambil uang di ATM, ini bisa dipakai saat milih di TPS yg cukup gesek KTP di embed device. Tentunya bakal ketahuan klo ada data DPT yg double. Pendaftaran KTP bisa lewat internet dan nanti kita mendatangi kelurahan didaerahnya untuk tanda tangan dan pengambilan KTP.

Facebook OPiKdesign
http://badge.facebook.com/badge/100000147194199.279.411965916.png
* IT Consultant * Networking Specialist for Internet Cafe/HotSpot/SOHO * Maintenance * Graphic & Web Design, 3D Modeling & 2D/3D Animation * Hosting & Domain * email to: th@opikdesign.com

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

device nya nggak usah connected ke jaringan bang opik, malah rentan dan harus mikir infrastruktur ke TPS

cukup di sinkron kan saja dengan server yang ada di KPUD,
seperti alat pembayaran Listrik/PAM/Pulsa yang lagi trend sekarang ini

11 (edited by opikdesign 26-07-2009 08:17:48)

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

tidak.... untuk mempercepat perhitungan suara... semua TPS di sinkronkan per kecamatan melalui infrastruktur wifi kemudian dari kecamatan diteruskan langsung ke KPU Pusat melalui internet... maka perhitungan langsung didapat... dan kita tidak perlu yg namanya lembaga quick account yg perhitungannya hampir tidak bisa dipertanggung-jawabkan... hasil perhitungan dalam 1hari bisa kelar klo system online seperti ini dan semua warga negara bisa memantau melalui web interactive KPU Pusat...

sedangkan para saksi hanya memantau di tingkat kecamatan, saksi di tingkat TPS dan kelurahan hanya sebagai pengamanan dan memantau kecurangan para pemilih di TPS.

para anggota/staff IT dari KPU dan KPUD memantau terus menerus jaringannya maupun servernya agar tidak di bajak oleh partai/perorangan yg tidak bertanggung-jawab.

keren.... big_smile

ini semua sekedar mimpi ato didengar yg berwajib di KPU?!

Facebook OPiKdesign
http://badge.facebook.com/badge/100000147194199.279.411965916.png
* IT Consultant * Networking Specialist for Internet Cafe/HotSpot/SOHO * Maintenance * Graphic & Web Design, 3D Modeling & 2D/3D Animation * Hosting & Domain * email to: th@opikdesign.com

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

@opikdesign

Thread ini awalnya akan saya taruh di subforum Mimpi tetapi setelah saya pikir kembali kenapa hanya sekadar mimpi?

Di subforum Mimipi, mas RafiRava mebuat thread pemilihan umum yang ga ribet dengan teknologi. Menjelang pemilu ligislatif kemarin saya sempat berdiskusi pula, via YM, dengan si_faisal tentang masalah ini.
Di dalam diskusi tersebut si_faisal sempat melontarkan pemikiran seperti yang dapat di baca di atas. Secara prinsip saya melihat itu merupakan pemikiran yang bagus cuma biaya yang dibutuhkannya terlalu besar. Oleh sebab itu saya mengemukakan alternatif lain berupa penggunaan mikrokontroller untuk kebutuhan tersebut. Hal ini akan saya post nanti. Sebagai jalan tengah adalah menggunakan embedded system.
Dalam diskusi tersebut, kami belum mengetahui berapa sebetulnya biaya yang dialokasikan APBN untuk penyelenggaraan pemilu. Oleh sebab itu diskusi tersebut untuk sementara dihentikan. Namun demikian saya punya pemikiran bahwa hal tersebut sebetulnya dapat diujudkan (bukan hanya sekadar mimpi) jika kita mampu membuat suatu perangkat yang biayanya dapat ditutupi oleh alokasi biaya pemilu untuk pengadaan kartu/surat suara, kartu pemilih, dan beberapa komponen lain dapat dihilangkan dengan adanya perangkat tersebut.

Beberapa hari lalu saya melakukan googling tentang biaya pemilu 2009, pilkada DKI, Jabar, Jateng, dan Jatim. Setelah saya coba hitung-hitung ternyata biaya untuk pengadaan kartu/surat suara dan komponen lain yang dapat dihilangkan besarnya hanya sekira 15% dari biaya tersebut. Dengan mengacu kepada alokasi APBN untuk pemilu 2009 sebesar 6,7 triliun rupiah maka 15%-nya adalah sekira 1 triliun. Dengan memperhatikan biaya pilkada di 4 propinsi tadi ternyata cukup besar pula, bahkan saya yakin total biaya untuk pilkada gubernur di semua propinsi lebih besar dari pemilu, begitu pula total biaya untuk pilkada bupati/wali-kota di semua kabupaten/kota lebih besar dari pemilu, maka jika alokasi biaya untuk kartu/surat suara dipukul-rata secara sama akan tersedia dana sebesar 3 x 1 triliun rupiah = 3 triliun rupiah.

Dengan adanya gambaran biaya tersebut maka diskusi kita di dalam thread ini bukan berbicara masalah mimpi tapi berbicara masalah perangkat apa yang dapat dibuat/dikembangkan dengan dana sebesar itu untuk sekira 529 ribu TPS.

Hal penting yang perlu dicatat adalah bahwa perangkat tersebut peruntukannya adalah sebagai perangkat entri dan rekapitulasi suara di tingkat TPS. Saya setuju dengan pendapat si_faisal bahwa itu jangan terhubung secara online ke jaringan mana pun karena pertimbangan masalah keamanan data dan munculnya biaya baru yang tidak diperlukan.

Apa perlunya kita membahas masalah ini padahal pemilu 2009 baru saja selesai? Dengan selesainya pemilu 2009 maka tugas anggota KPU akan segera berakhir dan akan ada pemilihan anggota baru KPU. Mudah-mudahan pemikiran yang muncul di dalam thread ini dapat menjadi inspirasi bagi para calon anggota KPU baru serta lembaga-lembaga terkait untuk sejak dini memikirkan hal tersebut. Jika hal tersebut dipandang layak maka itu tentu harus segera diimplementasikan di pilkada propinsi/kabupaten/kota sehingga beban biayanya dapat dipikul secara bersama oleh pemerintah pusat dan daerah.

Ok. Silahkan diskusinya dilanjutkan. smile

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

wewh ...
belum ada tanggepan dengan konsep ku ...
masih berkutat dengan peralatan dan teknologi, yg setujuh memag berada di dalamnya ...

=================================================
Bersahabat dengan PfSense dan KIOSer
http://lh5.ggpht.com/_EoHpBdvKwL8/TSfJzYIQekI/AAAAAAAACUk/SafJX7cMjBo/s800/powere.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

Seperti telah saya singgung sebelumnya, sistem untuk kebutuhan entri di TPS dapat saja menggunakan mikrokontroler kecil, seperti keluarga MCS-51 atau AVR, karena ukuran data yang akan diolah relatif kecil. Dengan mengacu kepada pemilu kemarin, di dalam kartu/kertas suara untuk DPR, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II terdapat 38 partai, setiap partai mengajukan maksimum 12 calon, jumlah pemilih per TPS maksimum 400 orang, nama pendek partai sekira 15 karakter, dan nama calon 25 karakter, maka memori yang dibutuhkan adalah:

PEMILU LEGISLATIF
* Untuk Pemilhan Caleg DPR, DPRD Tk. I, dan DPRD Tk. II:
   - Nama partai = 38 x 15 byte = 570 byte
   - Nama caleg = 3 x 38 x 12 x 25 = 34.200 byte
   - Rekap suara caleg = 3 x 38 x 12 x 2 = 2.736 byte
   - Entri pilihan = 3 x 400 x 2 = 2.400 byte
   SUBTOTAL = 39.906 byte

* Untuk Pemilhan Caleg DPD:
   - Nama caleg = 30 x 25 = 750 byte
   - Rekap suara caleg = 30 x 2 = 60 byte
   - Entri pilihan = 400 x 1 = 400 byte
   SUBTOTAL = 1.210 byte

   TOTAL = 41.116 byte

PEMILU PRESIDEN
* Nama capres n cawapres = 3 x 2 x 25 = 150 byte
* Rekap suara = 3 x 2 = 6 byte
* Entri pilihan = 400 x 1 = 400 byte
   TOTAL = 556 byte

Biaya pengembangan alat untuk kebutuhan tersebut relatif sangat murah, yaitu hanya sekira 200-250 ribu rupiah per unit.

Namun demikian, itu sepertinya akan kurang familiar bagi para pemilih karena boleh jadi perlu ditampilkan pula logo partai dan foto caleg, capres, dan cawapres secara visual. Oleh sebab itu penggunaan embedded system atau SBC akan lebih baik.

Dengan pertimbangan bahwa masalah entri pemilu dan pilkada sebetulnya bukan masalah yang rumit maka embedded system yang digunakan pun tidak perlu memiliki spesifikasi teknis yang berlebihan. Misalnya, ada embedded system/SBC berbasis Intel Atom, AMD, VIA, dan lain-lain yang harganya sekira USD 150-250 tapi ada pula yang berbasis ARM9 yang harganya hanya sekira USD 50-80.
http://www.baraya.net/images/embedded-pc.jpg
embedded system/SBC

Untuk display, sepertinya saya sepakat menggunakan LCD, baik yang touch-screen (usulan si_faisal) maupun yang biasa (usulan opikdesign), begitu pula dengan ukurannya, yang paling penting adalah harganya tidak terlalu mahal.
Sebagai misal, berikut ini adalah LCD monitor 15" yang harganya cukup murah, yaitu hanya sekira USD 67.
http://www.baraya.net/images/SK-151P.jpg
LCD Monitor 15"

Bahkan, kalau kita berniat menghemat biaya, di bawah ini adalah sebuah embedded system berbasis ARM9 yang sudah dikemas dengan LCD 8" touch-screen dan harganya hanya sekira USD 100.
http://www.baraya.net/images/embedded-system-02.jpg

Berdasarkan hal di atas, sebetulnya penggunaan embedded system untuk menggantikan kartu/surat suara dapat diimplementasikan tanpa menambah biaya penyelenggaraan pemilu atau pilkada, bahkan dapat lebih hemat.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

@Mustofa

kenapa koq berfikir tidak dengan menggunakan jaringan semacam internet dgn alasan keamanan?!

komunikasi bisa diamankan semisal encrypt data agar tidak di sadap maupun pengamanan lainnya...

klo kita takut dengan pengamanan lewat jaringan manapun entah itu internet maupun lainnya, gak ada yg berani menyimpan uang di bank yg notabene mereka menggunakan jaringan vsat untuk ATM maupun internet dan vpn antar cabang...

untuk mendukung perhitungan cepat harus secara online, terakhir pihak KPU menggunakan SMS mungkin kedepannya ada cara lainnya yg lebih cepat dan aman.

Facebook OPiKdesign
http://badge.facebook.com/badge/100000147194199.279.411965916.png
* IT Consultant * Networking Specialist for Internet Cafe/HotSpot/SOHO * Maintenance * Graphic & Web Design, 3D Modeling & 2D/3D Animation * Hosting & Domain * email to: th@opikdesign.com

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

opikdesign wrote:

@Mustofa

kenapa koq berfikir tidak dengan menggunakan jaringan semacam internet dgn alasan keamanan?!

komunikasi bisa diamankan semisal encrypt data agar tidak di sadap maupun pengamanan lainnya...

klo kita takut dengan pengamanan lewat jaringan manapun entah itu internet maupun lainnya, gak ada yg berani menyimpan uang di bank yg notabene mereka menggunakan jaringan vsat untuk ATM maupun internet dan vpn antar cabang...

untuk mendukung perhitungan cepat harus secara online, terakhir pihak KPU menggunakan SMS mungkin kedepannya ada cara lainnya yg lebih cepat dan aman.

1. Jaringan komputer dapat saja dimanfaatkan tapi itu di tingkat rekapitulasi (di PPK Kecamatan, KPUD Kabupaten/Kota, KPUD Propinsi, dan KPU Pusat) bukan di tingkat perhitugan suara TPS. Perlu diingat bahwa embedded system ini digunakan sebagai pengganti kartu/surat suara jadi itu harus imun/bebas dari sentuhan banyak pihak.

2. Membangun jaringan sampai ke tingkat TPS memerlukan biaya yang tidak sedikit. Itu bahkan akan lebih besar dari pengadaan embedded system. Perlu diingat, dana yang dialokasikan untuk embedded system adalah dari alokasi dana untuk kartu/surat suara. Jika itu ditambah biaya pengembangan jaringan sampai ke TPS maka akan terjadi pembengkakan biaya dan ujungnya embedded system akan dinilai tidak ekonomis.

3. Masalah mekanisme pelaporan dari PPK Kecamatan ke KPUD kabupaten/Kota, KPUD Provinsi, dan KPU Pusat di luar materi pengembangan embedded system yang kita bahas.

Barangkali itu beberapa pertimbangan yang dapat saya sampaikan. Mungkin dapat ditambahkan atau dikoreksi oleh member yang lain.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

pak mus ....

seandainya di depan nanti ...
pengumpulan data berbasis elektronis
bagaimana di tinjau dari segi hukumnya ?
sepengetahuan saya, data elektronis belum bisa menjadi pembuktian secara hukum ...

kalaupun bisa ... berarti [mungkin] harus ada perubahan mendasar di hukum kita
btw ... tidak begitu mengerti tentang hal ini lebih jauh, mungkin teman2 bisa mendiskusikan lebih lanjut

keep this thread live ...

=================================================
Bersahabat dengan PfSense dan KIOSer
http://lh5.ggpht.com/_EoHpBdvKwL8/TSfJzYIQekI/AAAAAAAACUk/SafJX7cMjBo/s800/powere.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

@serangku

Hal tersebut sudah diatur di dalam Pasal 5 UUITE (UU No. 11 Tahun 2008), yang menyebutkan:

(1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.
(2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud  pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia.
(3) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dinyatakan sah apabila menggunakan Sistem Elektronik sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang ini.
(4) Ketentuan mengenai Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud  pada ayat (1) tidak berlaku untuk:
a. surat yang menurut Undang-Undang harus dibuat dalam bentuk tertulis; dan
b. surat beserta dokumennya yang menurut Undang-Undang harus dibuat dalam bentuk akta notaril atau akta yang dibuat oleh pejabat pembuat akta.

HTH

dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

Sekadar info tambahan, berikut ini adalah contoh embedded system dari Samsung.
http://www.baraya.net/images/S3C2440-top-small.png
S3C2440 Board, harga sekira USD 64
http://www.baraya.net/images/S3C2440-LCD35TS-small.jpg
S3C2440 + LCD 3.5" Touchscreen, harga sekira USD 85

FEATURES
CPU
                + Samsung S3C2440A 400MHz, Max freq. 533Mhz

SDRAM
                + 64MB SDRAM
                + 32bits Data Bus width
                + 100MHz Clock

Flash
                + 64MB/128MB Nand Flash
                + 2MB Nor Flash, BIOS installed

LCD
                + 4 wire resistive touch screen interface
                + Up to 4096 color STN, 3.5 inches to12.1 inches, up to 1024x768 pixels
                + Up to 64K color TFT, 3.5 inches to 12.1 inches, up to1024x768 pixels
                + In box 256K color 240x320/3.5 inches TFT screen, with touch screen

Interface and Resource
                + 1 x 10/100M Ethernet RJ-45(DM9000)
                + 3 x Serial Ports(1 RS232 with CTS and RTS)
                + 1 x USB Host
                + 1 x USB Slave Type B
                + 1 x SD Card Interface
                + 1 x Stereo audio out, 1 Micro In
                + 1 x 10-Pin JTAG
                + 4 x USER LEDs
                + 6 x USER buttons
                + 1 x PWM Beeper
                + 1 x POT can be used for A/D converter adjust
                + 1 x AT24C08 for I2C test
                + 1 x 20-Pin Camera Interface
                + 1 x Battery for RTC
                + 1 x Power In(5V), with switch and lamp

Oscillator Freq.
                + 12MHz 

RTC
                + Internal

Expand Interface
                + 1 x 34-Pin 2.0mm GPIO
                + 1 x 40-Pin 2.0mm System Bus

Dimension
                + 100 x 100(mm)

OS Support
                + Linux 2.6.29
                + Windows CE.Net 5.0

Content List
1 x S3C2440 board (Preload with Linux)
1 x Serial cable
1 x Net cable
1 x USB cable
1 x 5V power adapter
1 x Parallel port wiggler JTAG emulator(for H-JTAG)
1 x DVD-ROM with product reference
1 x TFT LCD: 3.5", 240x320, with touch panel

Material list on DVD-ROM
(1) H-JTAG H-Flasher and RDI Server
(2) Windows Flash Programmer SJF2440
(3) Linux Nand Flash Programmer Jflash-2440(source code included)
(4) Serial tool CRT, dnw
(5) Bitmap to C Language transfer tool
(6) USB Driver(WindowXP/2000)
(7) vivi source code(linux bootloader)
(8) LED test program(ADS1.20 project)
(9) 2440test program(ADS1.20 project), include :
     key test, RTC test, ADC test, IIS Audio play(wav), IIS Audio record,
     touch screen test, I2C test, Samsung 3.5"LCD, 640x480 TFT test
(10) WindowsCE 5.0 BSP and sample project files.
(11) Pre-compiled WinCE 5.0 image for evaluation
(12) Linux tool and kernel source code     
       - arm-linux-gcc-4.3.2 with EABI   
       - yaffs2 file system image maker -mkyaffs2image     
       - linux-2.6.29 for S3C2440 kernel source code(include DM9000, LCD driver, Audio,
         Touch screen, YAFFS2 Source code, SD Card, RTC, Expand serial driver,
         USB Camera, USB Mouse and Keyboard, U-Disk)
(13) Pre-compiled Linux image for evaluation
(14) Qtopia 2.2.0 source code, web browser source code
(15) Schematics(Protel99SE/PDF)
(16) User Manual(English)

Kalau monitornya kurang besar tinggal ganti saja dengan yang lebih besar, misalnya 10", 15", atau 17" dengan atau tanpa touchscreeen.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

hehe.. keren aja pak mus dapet barang2 begituan big_smile

tinggal dipikirkan, bagaimana nyimpen softwarenya, kapastias muat berapa?

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

si_faisal wrote:

hehe.. keren aja pak mus dapet barang2 begituan big_smile

tinggal dipikirkan, bagaimana nyimpen softwarenya, kapastias muat berapa?

Spesifikasi teknisnya saya tambahkan di atas tuh, yang pasti lebih dari cukup untuk sekadar buat entri pilihan pemilu dan pilkada.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

22 (edited by opikdesign 27-07-2009 22:42:59)

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

klo cuman membicarakan masalah menggantikan kertas suara yg mudah rusak dan telat pengiriman maupun apalah penyebab lainnya... dah ada solusi khan?! Embedded System khan?! inipun belum tentu bisa 100% dianggap bebas dari sentuhan banyak pihak. Belum lagi cara penggunaannya harus sosialisasi apalagi masyarakat belum melek IT.

Cuman itu pembahasannya?! sesuai pembukaan thread ini...?!

trus tentang penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan proses pencontrengan yg berhubungan dgn DPT, , bagaimana?! big_smile

kemudian perhitungan sampai ke rekapitulasi perhitungannya bagaimana agar tidak banyak sentuhan pihak lainnya?! big_smile

semakin terpotongnya birokrat semakin cepat dan aman, itu yg ada dipikiran sy, disini yg sering banyak hambatan terutama menghitung ulang saat dari kelurahan ke kecamatan dan sampai tinggat KPUD dihitung ulang, yg semuanya membuang waktu... belum lagi di lokasi terpencil di ujung indonesia timur.

Klo pembahasannya dibatasin... yah udah tutup sampai sini solusi sudah ditemukan... kelar khan?! smile

smile... smile

Facebook OPiKdesign
http://badge.facebook.com/badge/100000147194199.279.411965916.png
* IT Consultant * Networking Specialist for Internet Cafe/HotSpot/SOHO * Maintenance * Graphic & Web Design, 3D Modeling & 2D/3D Animation * Hosting & Domain * email to: th@opikdesign.com

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

@ opikdesign

Agar anda tidak salah persepsi terhadap uraian saya di atas, berikut ini saya coba paparkan dulu masalah tersebut secara menyeluruh.

Di dalam penyelenggaraan pemilu atau pilkada ada beberapa tahapan proses yang secara umum adalah sebagai berikut.

1. Penetapan Daftar Calon Tetap. Ini dimulai dari pendaftaran parpol peserta pemilu, verifikasi, pendaftaran calon, penetapan Daftar Calon Sementara, verifikasi, dan penetapan Daftar Calon Tetap. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan suatu sistem yang tersendiri dan saya pikir itu sudah ada atau kalau pun itu belum ada tidak akan mendapat perhatian lebih.

2. Penetapan Daftar Pemilih Tetap. Ini dimulai dari pendataan penduduk, verifikasi hak pilihnya, penetapan Daftar Pemilih Sementara, koreksi, dan penetapan Daftar Pemilih Tetap. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan suatu sistem yang tersendiri. Sistem untuk keperluan tersebut akan berfugsi dengan baik jika ditunjang oleh Sistem Pengolahan Data Kependudukan yang baik. Kalau mau jujur, sebetulnya bukan tugas KPU untuk melakukan pendataan calon pemilih karena daftar penduduk seharusnya ada di Dinas Kependudukan. Dengan begitu, KPU cukup meminta data tersebut dan memilahnya, mana yang memiliki hak pilih dan mana yang tidak. Penduduk yang memiliki hak pilih selanjutnya ditetapkan ke dalam Daftar Pemilih Sementara dan setelah dikoreksi ditetapkan ke dalam Daftar Pemilih Tetap.
Kelemahan atau ketiadaan Sistem Pengolahan Data Kependudukan tersebutlah yang menjadikan penetapat DPT dalam pemilu kemarin menjadi amburadul.
Dengan begitu maka yang harus diperbaiki adalah Sistem Pengolahan Data Kependudukan. Tugas tersebut bukan tugas KPU melainkan tugas Departemen Dalam Negeri.

3. Pemungutan Suara. Ini dimulai dari penetapan Tempat Pemungutan Suara, distribusi Daftar Pemilih Tetap, distribusi kartu/surat suara, pelaksanaan pencentangan/pencontrengan,sampai penghitungan suara di masing-masing TPS.
Di tahap inilah embedded system digunakan untuk menggantikan kartu/surat suara dan memudahkan proses penghitungan suara.
Kedalam embedded system di-upload Daftar Calon Tetap dan Daftar Pemilih Tetap yang diperoleh dari tahap 1 dan 2 di atas. Sistemnya tentu dirancang sedemikian rupa agar relatif mudah untuk digunakan.
Data yang terdapat di dalam sistem ini adalah data primer sehingga di posting terdahulu saya menyebutkannya harus imun/bebas dari sentuhan banyak pihak, sebelum dan sesudah pelaksanaan pemungutan suara.
Seperti kita ketahui proses penghitungan suara di TPS sampai pemilu kemarin dilakukan secara manual sehingga butuh waktu berjam-jam untuk mengetahui hasilnya. Dengan menggunakan embedded system maka itu akan secara seketika diperoleh begitu pemungutan suara dinyatakan ditutup.

4. Rekapitulasi Suara.
Rekapitulasi suara (kalau tidak salah) dilakukan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.
Sampai pemilu kemarin, rekapitulasi suara di tingkat kecamatan dilakukan secara manual dengan menjumlahkan hasil dari setiap TPS. Rekapitulasi suara di tingkat kabupaten/kota dilakukan dengan cara yang sama dengan di tingkat kecamatan dan selain itu hasil dari setiap TPS ditabulasikan ke dalam komputer yang rekapitulasinya kemudian dibandingkan dengan rekapitulasi secara manual. Rekapitulasi tersebut kemudian dikirimkan ke KPUD provinsi dan KPU pusat.
Rekapitulasi di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota serta proses entri data setiap TPS di KPUD kabupaten/kota tentu memerlukan waktu yang relatif lama. Hal tersebut tidak akan terjadi jika embedded system digunakan di tingkat TPS karena data dari setiap TPS sudah dalam bentuk digital yang tinggal di-download dan dijumlahkan.
(Tolong koreksi kalau tahapannya kurang benar)

5. Penetapan Kursi dan Pemenang Pemilu/Pilkada. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara di tahap 4 maka dengan mengacu kepada peraturan yang ada dapat ditetapkan siapa-siapa saja dari calon legislatif atau calon presiden/kepala daerah yang terpilih.

Dari kelima tahapan di atas, bahasan tentang embedded system ada di tahap 3. Penerapan IT di tahap 1, 2, 4, dan 5 tentu saja dapat dibahas untuk menemukan sistem yang sekiranya lebih baik dari yang sudah ada. Namun demikian, sebaiknya itu dilakukan dengan mempertimbangkan biaya yang diperlukannya sehingga pemikiran tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan.

http://www.id-ddns.net/images/ddns-small.jpg

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

wedeww... klo menurut gw sih... bener yg dibilang mas opik... Sebenernya tingkat kesalahan yg paling fatal dari pemilu indonesia neh adalah PROSES big_smile
tiap2 acara tuh kan ada urutan2 yg memang harus berjalan sesuai jadwal dan terencana.
memang sih..klo menurut gw... tuh udah hampir bener terjadi sejak pemilu 2004 dan 2009 ini.... namun... yg dianggap benar oleh mereka kan schedule time nya big_smile bukan proses yg menghasilkan dalam waktu yg telah ditentukan. qe 3x (Poli"tikus" Mode ON big_smile)

Belum biasa masih bias-bias Udah terbiasa pasti bisa

Re: Penerapan IT Pada PILKADA, PILGUB, dan PEMILU 2014

klo untuk IT-support pemilu sih mungkin ada ide juga neh pak big_smile
mungkin boleh kita menggunakan jaringan komputer yg berbasiskan VPN dan sejenisnya, soalnya klo yg saya liat pemilu barusan yg menggunakan VPN telkom (Vsat) lumayan secured... hanya SDM dari KPU/KPUD nya aja yg dirasa sangat tidak proporsional (FAKTA neh). kemudian untuk di tiap2 TPS mungkin kita bisa mengandalkan sebuah aplikasi komputer yg bisa mendeteksi syncronisasi antara dbase DPT dengan input dari pemilu yg kemudian hasilnya ter-enkripsi. simple dan ga ribet, sementara untuk koneksi jaringan, yg udah saya liat di provinsi saya sih, tuh tiap visat nya terdapat di tiap2 KPUD kota dan kabupaten, mungkin untuk ditiap TPS nya bisa menggunakan jaringan secured VPN client based yg nilai desibelnya cukup tinggi (bahkan bisa menggunakan freq 5.0 Ghz) untuk lokasi TPS yg jauh dari Vsat di KPUD.
namun, untuk bisa mencapai hal kyk gitu mah, klo mau ngandalin SDM nya KPU/KPUD seperti yg sekarang gw GA JAMIN, yg ngeliat komputer error malah nyabut kabel power, bahkan H-1 masih ga tau applikasi yg bakalan dipake buat pemilu. Sudah selayaknya masyarakat IT tuh dilibatkan bersama KPU/KPUD, ga perlu meng-alokasikan dari luar provinsi, karna rasanya tiap2 provinsi di negara kita neh juga punya SDM2 IT yg bisa diandalkan.

Belum biasa masih bias-bias Udah terbiasa pasti bisa