Alkena
tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan
rangkap dua antara dua atom C yang berurutan. Jadi rumus umumnya
mempunyai 2 atom H lebih sedikit dari alkana karena itu rumus
umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n.
Kekurangan jumlah atom H pada alkena dibandingkan dengan jumlah
atom H pada alkana dapat dijelaskan sebagai berikut. Perhatikan
untuk n = 2, pada alkana adalah
C2H6
sedang pada alkena adalah
C2H4,
bagaimana dapat digambarkan rumus strukturnya? Perhatikan contoh
berikut!
HHHH ||||
H - C - C - H berubah menjadi H - C = C - H || HH
Kedua
atom H di bawah harus dibebaskan supaya elektron-elektron atom
C yang tadinya dipakai untuk membentuk ikatan kovalen dengan atom
H dapat dialihkan untuk membentuk ikatan kovalen dengan sesama
atom karbon. Alkena
mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C, maka suku
pertama alkena harus mengandung dua atom C. Jadi n = 2, dan beberapa
suku lain dapat Anda lihat pada tabel berikut ini.
Nama
alkena berbeda dengan alkana hanya pada bagian belakang, jadi
bagian yang menunjuk pada jumlah tidak berubah. Bagaimana memberi
nama alkena yang bercabang? Secara garis, besar tidak berbeda
dengan cara memberi nama alkana yang bercabang, tetapi pada penentuan
rantai induk yang terpanjang harus rantai yang mengandung ikatan
rangkap. Jadi ikatan rangkapnya diutamakan dengan nomor terkecil.
Sebagai contoh lihatlah rumus struktur berikut ini.
Pada
alkana tidak ada bagian dari rumus strukturnya yang mempunyai
ciri khas, sebaliknya pada alkena ada bagian dari rumus strukturnya
yang mengandung satu ikatan rangkap dua. Bagian ini (-C=C-) disebut
gugus fungsional.
Suku alkena yang banya dikenal adalah etena (etilena) dan propena
(propilena) yang merupakan bahan dasar untuk membuat plastik polietena
(politena) dan polipropilen.