IPv6 Kernel: Isi /proc/sys/net/ipv6/

From SpeedyWiki

Revision as of 09:31, 2 July 2013 by Onnowpurbo (Talk | contribs)
(diff) ←Older revision | Current revision (diff) | Newer revision→ (diff)
Jump to: navigation, search

Contents

[edit] Isi dari /proc/sys/net/ipv6/

[edit] conf/default/*

Ubah default setting spesifik untuk interface.

[edit] conf/all/*

Ubah semua setting yang khusus interface.

Pengecualian: “conf/all/forwarding” mempunyai arti yang berbeda.

[edit] conf/all/forwarding

Type: BOOLEAN

Ini mengaktifkan IPv6 forwarding secara umum antar semua interface.

Di IPv6 kita tidak dapat mengatur forwarding per device, pengaturan forwarding harus dilakukan mengunakan IPv6-netfilter (di atur menggunakan ip6tables) ruleset dan menentukan device input dan output (lihat tentang Firewalling/Netfilter6 untuk informasi lebih lanjut). Ini berbeda dengan IPv4, dimana kita dapat mengontrol forwarding per device (keputusan di ambil di interface saat paket masuk).

Ada juga parameter untuk menset semua interface Host/Router 'forwarding' ke sebuah nilai tertentu. Hal ini di kenal sebagai global forwarding. Jika nilai ini 0, maka tidak akan ada IPv6 forwarding, paket tidak akan meninggalkan interface lainnya, baik itu fisik maupun logik, seperti, tunnel.

[edit] conf/interface/*

Ubah konfigurasi khusus per interface.

Perilaku secara fungsional dari beberapa konfigurasi tergantung apakah forwarding lokal di aktifkan atau tidak.

[edit] accept_ra

Type: BOOLEAN

Fungsi default: aktif jika forwarding lokal disable. Disable kalau forwarding lokal di enable.

Menerima Router Advertisement, dan autoconfigure interface ini dengan data yang di terima.

[edit] accept_redirects

Type: BOOLEAN

Fungsi default: enable jika forwarding lokal disable. Disable jika forwarding lokal di enable.

Menerima Redirect yang dikirim oleh IPv6 router.

[edit] autoconf

Type: BOOLEAN

Fungsi default: enable jika accept_ra_pinfo enable. disabled jika accept_ra_pinfo disable.

Autoconfigure addresses menggunakan informasi prefix dari router advertisement.

[edit] dad_transmits

Type: INTEGER

Default: 1

Jumlah Duplicate Address Detection probes yang dikirim.

[edit] forwarding

Type: BOOLEAN

Default: FALSE jika global forwarding disable (default), lawannya adalah TRUE

Konfigurasi perilaku spesifik untuk interface pada host / router.

Catatan: Sangat jarang sekali semua interface mempunyai konfigurasi yang sama; campuran skenario host / router yang biasanya di buat.

Nilai FALSE: default, di asumsikan mempunyai perilaku Host. Artinya:

  • IsRouter flag tidak di set di Neighbour Advertisements.
  • Router Solicitations akan dikirim jika dibutuhkan.
  • Jika accept_ra TRUE (default), terima Router Advertisements (dan lakukan autoconfiguration).
  • Jika accept_redirects TRUE (default), terima Redirects.

Nilai TRUE: jika local forwarding enable, di asumsikan mempunyai perilaku Router. Ini akan berlawanan dengan yang di atas:

  • IsRouter flag di set di Neighbour Advertisements.
  • Router Solicitations tidak di set.
  • Router Advertisements di ignore.
  • Redirects di ignore.

[edit] hop_limit

Type: INTEGER

Default: 64

Settingan Default Hop Limit.

[edit] mtu

Type: INTEGER

Default: 1280 (IPv6 membutuhkan minimum)

Default Maximum Transfer Unit

[edit] router_solicitation_delay

Type: INTEGER

Default: 1

Lamanya menunggu (detik) sesudah interface di aktifkan sebelum mengirimkan Router Solicitations.

[edit] router_solicitation_interval

Type: INTEGER

Default: 4

Lama waktu (detik) menunggu antara Router Solicitations.

[edit] router_solicitations

Type: INTEGER

Default: 3

Jumlah Router Solicitations yang akan dikirim sebelum mengasumsikan tidak ada router di jaringan.

[edit] neigh/default/*

Ubah konfigurasi untuk deteksi neighbor dan nilai interval dan threshold global.

[edit] gc_thresh1

Type: INTEGER

Default: 128

[edit] gc_thresh2

Type: INTEGER

Default: 512

[edit] gc_thresh3

Type: INTEGER

Default: 1024

Tuning parameter untuk besarnya tabel neighbour.

Naikan nilai ini jika kita mempunyai banyak interface dan problem dengan router yang berperilaku misterius saat start dan gagal. Atau jika saat menjalankan Zebra (routing daemon) tampak laporan sebagai berikut:

ZEBRA: netlink-listen error: No buffer space available, type=RTM_NEWROUTE(24), seq=426, pid=0

[edit] gc_interval

Type: INTEGER

Default: 30

[edit] neigh/interface/*

Ubah konfigurasi khusus per interface untuk deteksi neighbor.

[edit] anycast_delay

Type: INTEGER

Default: 100

[edit] gc_stale_time

Type: INTEGER

Default: 60

[edit] proxy_qlen

Type: INTEGER

Default: 64

[edit] unres_qlen

Type: INTEGER

Default: 3

[edit] app_solicit

Type: INTEGER

Default: 0

[edit] locktime

Type: INTEGER

Default: 0

[edit] retrans_time

Type: INTEGER

Default: 100

[edit] base_reachable_time

Type: INTEGER

Default: 30

[edit] mcast_solicit

Type: INTEGER

Default: 3

[edit] ucast_solicit

Type: INTEGER

Default: 3

[edit] delay_first_probe_time

Type: INTEGER

Default: 5

[edit] proxy_delay

Type: INTEGER

Default: 80

[edit] route/*

Ubah konfigurasi global untuk routing.

[edit] flush

Sudah dibuang dari kernel yang baru.

[edit] gc_interval

Type: INTEGER

Default: 30

[edit] gc_thresh

Type: INTEGER

Default: 1024

[edit] mtu_expires

Type: INTEGER

Default: 600

[edit] gc_elasticity

Type: INTEGER

Default: 0

[edit] gc_min_interval

Type: INTEGER

Default: 5

[edit] gc_timeout

Type: INTEGER

Default: 60

[edit] min_adv_mss

Type: INTEGER

Default: 12

[edit] max_size

Type: INTEGER

Default: 4096

Personal tools